United Tractors ternyata tak main-main soal eksplorasi. Baru-baru ini terungkap, perusahaan pelat merah itu menggelontorkan dana yang tidak sedikit tepatnya Rp23,83 miliar hanya dalam rentang tiga bulan terakhir 2025. Uang segitu dipakai untuk mendanai kegiatan pencarian sumber daya oleh dua anak perusahaannya.
Informasi ini muncul dari keterbukaan informasi BEI yang dirilis Sabtu lalu, 10 Januari 2026. Dua anak usaha yang dimaksud adalah PT Stargate Dua Pasific Resources (SDPR), yang fokus pada nikel, dan PT Agincourt Resources (AR), pengelola tambang emas Martabe yang legendaris di Tapanuli Selatan.
Untuk SDPR, anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp11,66 miliar. Kegiatannya berpusat di Alenggo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Di sana, sepanjang Oktober hingga Desember tahun lalu, mereka telah mengebor tidak kurang dari 432 titik. Kedalamannya pun beragam, dan pekerjaan lapangan ini dibantu oleh sejumlah subkontraktor.
Di sisi lain, Agincourt Resources juga melakukan hal serupa dengan fokus yang berbeda. Anak usaha yang mengelola kontrak karya emas-perak ini menghabiskan dana sekitar USD730.980, atau kalau dirupiahkan kira-kira Rp12,17 miliar. Lokasi eksplorasinya ada di wilayah Sibolga, Sumatera Utara.
Kalau dirinci per bulannya, pengeluaran AR cukup fluktuatif. Oktober 2025 mencatat anggaran USD313.618 (sekitar Rp5,21 miliar), lalu melonjak di November menjadi USD406.812 (setara Rp6,77 miliar). Yang menarik, di Desember angkanya turun drastis, hanya USD10.550 atau kurang lebih Rp177 juta saja.
Soal pengeboran, aktivitas AR juga cukup intens. Di bulan Oktober, mereka mencapai kedalaman total 3.397 meter. Angka ini naik sedikit di November menjadi 3.649 meter. Namun, di Desember, kegiatan sepertinya melambat dengan kedalaman pengeboran hanya 503 meter. Sama seperti SDPR, AR juga memakai jasa subkontraktor untuk pekerjaan lapangan ini.
Kepemilikan UNTR atas kedua perusahaan ini pun patut dicatat. Untuk Stargate Dua Pasific Resources, kepemilikannya tidak langsung, tapi UNTR punya 60% saham. Sedangkan Agincourt Resources, mereka kuasai lebih besar lagi, yakni 95%. Jadi, wajar saja jika eksplorasi kedua anak usaha ini mendapat perhatian dan pendanaan yang serius dari induknya.
Nah, dengan investasi eksplorasi sebesar ini, jelas terlihat ambisi United Tractors untuk memperkuat portofolio sumber daya alamnya ke depan. Mari kita tunggu saja, apa hasil dari pengeboran-pengeboran tersebut nantinya.
Artikel Terkait
IHSG Ditutup Menguat 1,49 Persen ke Level 6.218,86 pada Sesi Pertama Perdagangan
45 Emiten Jadwalkan Pembagian Dividen pada Juni 2026, INTP Tertinggi Rp468 per Saham
CTBN Bagikan Dividen Rp372,17 Miliar untuk Tahun Buku 2025
Rupiah Terperosok ke Rp17.885 per Dolar AS, Dipicu Ketegangan Global dan Impor Minyak Tinggi