JAKARTA – Ada kabar menggembirakan buat para investor BRI. Hery Gunardi, sang Dirut, baru-baru ini memberi sinyal kuat bahwa dividen tahun buku 2025 berpotensi lebih besar. Optimisme ini bukan tanpa alasan. Salah satu pilar utamanya adalah kondisi permodalan bank plat merah itu yang terbilang super kuat.
Angkanya? Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI tercatat mentereng di level 23,52 persen. Jauh, sangat jauh, dari batas minimal yang wajib dipenuhi. Dengan kata lain, mereka punya ruang gerak yang luas.
“Kalau kami menentukan rasio dividen, tentu yang pertama dilihat adalah struktur permodalan. CAR kita seperti apa, plus rencana pertumbuhan untuk bisnis yang berkelanjutan ke depan,” ujar Hery.
Ia melanjutkan dengan nada percaya diri, “Saat ini kondisi permodalan BRI sangat memadai, sangat kuat. CAR kita di 23,52 persen, sangat tinggi dari syarat regulator. Mempertimbangkan hal itu, seyogyanya kami punya ruang untuk memberikan dividen dengan payout ratio yang lebih tinggi dari level historis selama ini.”
Memang, bagi BRI, urusan bagi dividen ini bukan cuma soal membahagiakan pemegang saham semata. Ini juga strategi. Dengan modal yang berlimpah, mereka bisa mendistribusikan lebih banyak laba tanpa perlu khawatir mengganggu rencana ekspansi bisnis di masa mendatang. Di sisi lain, langkah ini sekaligus menjadi cara untuk mengelola struktur modal agar tetap efisien.
Efek sampingnya? Bisa positif. Return on Equity (ROE) perusahaan diproyeksikan ikut terdongkrak.
“Selain untuk kondisi permodalan yang optimal, ini upaya kami memberikan nilai tambah berkelanjutan ke pemegang saham. ROI ikut naik kalau dividennya lebih besar, return on equity BRI juga akan lebih tinggi,” pungkas Hery.
Reputasi BRI sebagai emiten yang royal bagi dividen memang sudah dikenal. Sinyal terbaru dari petingginya ini tentu semakin menguatkan ekspektasi pasar. Sekarang, tinggal menunggu pengumuman resmi nilai dividen per sahamnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan nanti.
Artikel Terkait
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.744, Mayoritas Sektor Tertekan
Harga Emas Antam Kembali Turun, Buyback Terkoreksi Rp40.000 per Gram
Tempo Scan Bagikan Dividen Rp676,48 Miliar untuk Tahun Buku 2025
Pabrik Amonia Banggai Kembali Beroperasi Penuh Usai Pemeliharaan Terjadwal