Seorang pengendara sepeda motor berinisial IM meregang nyawa setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Korban tewas setelah mengalami benturan keras dengan sebuah mobil minibus yang melaju dari arah berlawanan.
Pelaksana Tugas Kepala Unit Gakkum Satuan Lalu Lintas Polres Bogor, Inspektur Polisi Dua Ares Rahman, membenarkan peristiwa nahas tersebut. “Akibat dari kecelakaan tersebut meninggal dunia satu orang, pengendara sepeda motor Honda Vario,” ujarnya kepada awak media, Rabu (10/6/2026).
Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa (9/6) malam. Berdasarkan keterangan petugas, kronologi kecelakaan bermula saat korban melaju dari arah Kota Bogor menuju Ciampea. Di tengah perjalanan, korban berupaya mendahului sebuah kendaraan bus yang berada di depannya.
“Setibanya di tempat kejadian perkara, mendahului kendaraan jenis bus,” jelas Ares.
Namun, saat proses mendahului berlangsung, korban diduga kehilangan kendali atas laju sepeda motornya. Sepeda motor yang dikendarai IM tiba-tiba oleng dan terjatuh ke sisi kanan jalan, bersama dengan tubuh korban. Pada saat yang bersamaan, dari arah berlawanan melaju sebuah mobil Toyota Rush.
“Pada saat bersamaan dari arah berlawanan, datang kendaraan Toyota Rush sehingga ban depan kanan kendaraan minibus tersebut membentur kendaraan sepeda motor berikut pengemudinya,” tutur Ares.
Benturan keras itu menyebabkan korban mengalami luka serius di bagian kepala. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif, nyawa korban tidak tertolong. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Artikel Terkait
Ketua Banggar DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Ekstrem dan Tekan Impor BBM
Empat Prajurit TNI Divonis Ringan karena Jujur dan Menyesal dalam Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
DPR-Pemerintah Rumuskan Stimulus untuk Masyarakat Terdampak Kenaikan Harga Pertamax
BMKG Proyeksikan Puncak Kemarau 2026 pada Agustus, 48,84 Persen Wilayah Indonesia Terdampak