Menjelang serangkaian hari besar keagamaan nasional di tahun 2026, suasana di lapangan memang selalu berubah. Permintaan bahan pangan melonjak, dan itu jadi momen rawan bagi oknum nakal. Nah, untuk mengantisipasi hal itu, Satgas Saber Pangan Nasional bergerak lebih awal. Mereka tak main-main. Dalam operasi pemantauan selama tiga pekan saja, sudah 350 surat teguran dilayangkan ke pelaku usaha yang ketahuan melanggar aturan.
Langkah ini jelas sebuah respons cepat. Tujuannya satu: mengamankan pasokan pangan untuk masyarakat, dari perayaan Imlek, melalui bulan Ramadan, hingga persiapan menyambut Nyepi dan Idul Fitri 2026 nanti.
Kabareskrim Komjen Syahardiantono, yang juga Ketua Pengarah Satgas, bersikap tegas. Dia menegaskan, penindakan ini intinya adalah bentuk perlindungan untuk konsumen.
“Satgas Saber Pangan terus melakukan pemantauan di berbagai daerah untuk memastikan distribusi berjalan baik, harga tetap terkendali, serta produk yang beredar aman untuk dikonsumsi masyarakat,” ujar Syahardiantono, Kamis (26/2/2026).
Dia didampingi sejumlah pejabat, termasuk Brigjen Ade Safri Simanjuntak dan Deputi Bapanas I Gusti Ketut Astawa. Dalam peringatannya, Syahar meminta pelaku usaha jangan coba-coba bermain dengan kebutuhan pokok rakyat.
“Apabila ditemukan unsur pidana, tentu akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya lagi.
Operasinya sendiri sudah berjalan sejak awal Februari. Angkanya cukup signifikan: 28.270 kegiatan pemantauan tersebar di seluruh Indonesia. Kerjanya bukan cuma di belakang meja, tapi turun langsung ke gudang distributor dan pasar. Mereka mengecek 2.461 distributor dan mengkoordinir pengisian stok yang kosong hampir 900 kali. Selain teguran tertulis, Satgas juga merekomendasikan pencabutan izin usaha dan izin edar untuk beberapa kasus yang dianggap parah.
Bicara soal keamanan, tim juga mengambil 35 sampel pangan dari peredaran. Sampel-sampel itu sekarang sedang diuji di laboratorium. Tujuannya sederhana: memastikan produk yang dijual bebas dari bahan berbahaya.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Tunda Impor Mobil India, Soroti Ketiadaan Transparansi
Pasangan Residivis di Ponorogo Ditangkap Usai Mencuri untuk Biaya Nikah
Ketua Komisi X DPR Kecam Kekerasan terhadap Mahasiswi di Kampus UIN Riau
Anak Gajah Sumatera Ditemukan Mati Terjerat Tali di Taman Nasional Tesso Nilo