Wall Street Cetak Rekor Baru, S&P 500 dan Nasdaq Ditopang Harapan Gencatan Senjata AS-Iran

- Jumat, 29 Mei 2026 | 06:40 WIB
Wall Street Cetak Rekor Baru, S&P 500 dan Nasdaq Ditopang Harapan Gencatan Senjata AS-Iran

Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis waktu setempat, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor tertinggi baru. Pergerakan ini didorong oleh laporan yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai draf kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Di saat yang sama, para investor juga mencermati data inflasi yang dirilis bersamaan.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 24,69 poin atau 0,05 persen ke level 50.668,97. S&P 500 menguat 43,27 poin atau 0,58 persen menjadi 7.563,63, sementara Nasdaq Composite melesat 242,74 poin atau 0,91 persen ke posisi 26.917,47. Dow Jones yang sempat bergerak datar sepanjang sesi akhirnya berhasil mencatat rekor penutupan baru pada perdagangan sore.

Menurut sumber Reuters, kesepakatan tersebut masih memerlukan persetujuan dari Presiden AS Donald Trump. Namun, kantor berita Iran, Tasnim, menyatakan bahwa teks nota kesepahaman potensial dengan AS belum difinalisasi atau dikonfirmasi secara resmi.

Managing Partner di Harris Financial Group, Jamie Cox, mengatakan bahwa para pelaku pasar sangat sensitif terhadap perubahan berita terkait kesepakatan. Mereka cenderung mengambil posisi beli untuk menghindari ketertinggalan jika hasilnya lebih baik dari perkiraan.

“Tantangannya adalah tekanan inflasi mungkin tidak mereda secepat yang diharapkan pasar,” ujar Cox.

Data ekonomi menunjukkan bahwa inflasi AS meningkat pada laju tercepat dalam tiga tahun pada April lalu. Kenaikan ini didorong oleh melonjaknya harga energi akibat perang yang melibatkan Iran. Sementara itu, produk domestik bruto AS untuk kuartal pertama direvisi turun menjadi 1,6 persen, dengan momentum pertumbuhan yang diperkirakan melambat pada kuartal ini.

Di sektor teknologi, saham Microsoft naik 3,5 persen setelah situs berita The Information melaporkan bahwa perusahaan tersebut akan merilis model coding baru pada pekan depan. Marvell Technology juga menguat 3 persen setelah UBS menaikkan target harga sahamnya menjadi 230 dolar AS dari sebelumnya 195 dolar AS. Saham perusahaan itu telah naik lebih dari dua kali lipat sepanjang tahun ini.

Saham Snowflake melonjak hingga 36 persen setelah perusahaan analitik data itu menaikkan proyeksi pendapatan produk tahunan dan mengumumkan kesepakatan infrastruktur kecerdasan buatan senilai enam miliar dolar AS dengan Amazon Web Services. Kenaikan serupa juga dialami oleh perusahaan sejenis seperti Datadog dan MongoDB.

Kepercayaan baru terhadap kecerdasan buatan dan momentum pertumbuhan laba telah mendukung reli pasar baru-baru ini, meskipun ketegangan di Timur Tengah masih berlangsung. Kondisi geopolitik yang tidak stabil justru dinilai dapat mempercepat belanja di sektor-sektor terkait AI, termasuk keamanan siber, teknologi pertahanan, infrastruktur energi, dan ketahanan rantai pasok.

“Hal ini memperkuat prospek investasi jangka panjang,” ujar Deputy CIO di Morgan Stanley Investment Management, Jitania Kandhari.

Saat ini, S&P 500 diperdagangkan pada sekitar 21 hingga 22 kali estimasi laba ke depan, dibandingkan rata-rata 10 tahun sebesar 19,7 kali. Meski demikian, investor tidak terlalu khawatir karena ekspektasi laba meningkat lebih cepat daripada harga saham.

Di sektor ritel, saham Dollar Tree naik hampir 18 persen setelah perusahaan diskon itu menaikkan proyeksi laba tahunan. Best Buy juga mencatat kenaikan 15,8 persen setelah memproyeksikan penjualan kuartal kedua di atas estimasi pasar.

Saham perusahaan drone ikut bergerak naik setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa pemerintahan Trump tengah berdiskusi untuk mendanai perusahaan drone. Saham Unusual Machines melonjak hampir 11 persen.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 1,74 banding 1 di Bursa Efek New York. Sebanyak 526 saham mencatat rekor tertinggi baru, sementara 99 saham mencapai titik terendah baru. Di Nasdaq, 3.114 saham naik dan 1.728 turun, dengan rasio kenaikan 1,8 banding 1.

S&P 500 mencatat 18 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan 10 terendah baru, sementara Nasdaq mencatat 127 tertinggi baru dan 65 terendah baru. Volume perdagangan di bursa AS mencapai 19,2 miliar saham, sedikit di atas rata-rata 19,03 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar