Bebatuan mulai bermunculan di dasar Sungai Cisadane, Tangerang, Banten, Jumat (17/7/2026), seiring menurunnya permukaan air akibat musim kemarau yang diperparah fenomena El Nino.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memperingatkan bahwa musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih intens dan lebih lama dibandingkan kondisi normal. Fenomena El Nino turut memperkuat risiko kekeringan, penurunan debit air, serta meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Kemarau berkepanjangan tidak hanya memengaruhi ketersediaan air, tetapi juga mengancam sektor pertanian akibat berkurangnya pasokan air irigasi. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di berbagai daerah apabila kekeringan terus berlanjut.
Artikel Terkait
16 Daerah di Jateng Siaga Kekeringan, Ratusan Ribu Jiwa Terdampak
Pemprov Jateng Petakan Daerah Rawan Kekeringan, Bantuan Air Bersih Terus Disalurkan
Tujuh Pulau Yunani di Laut Aegean Tetapkan Status Darurat Akibat Kekeringan
Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Pelajaran, Dinas LH Banten Minta Pengelola Siaga