Kalau dirinci per bulannya, pengeluaran AR cukup fluktuatif. Oktober 2025 mencatat anggaran USD313.618 (sekitar Rp5,21 miliar), lalu melonjak di November menjadi USD406.812 (setara Rp6,77 miliar). Yang menarik, di Desember angkanya turun drastis, hanya USD10.550 atau kurang lebih Rp177 juta saja.
Soal pengeboran, aktivitas AR juga cukup intens. Di bulan Oktober, mereka mencapai kedalaman total 3.397 meter. Angka ini naik sedikit di November menjadi 3.649 meter. Namun, di Desember, kegiatan sepertinya melambat dengan kedalaman pengeboran hanya 503 meter. Sama seperti SDPR, AR juga memakai jasa subkontraktor untuk pekerjaan lapangan ini.
Kepemilikan UNTR atas kedua perusahaan ini pun patut dicatat. Untuk Stargate Dua Pasific Resources, kepemilikannya tidak langsung, tapi UNTR punya 60% saham. Sedangkan Agincourt Resources, mereka kuasai lebih besar lagi, yakni 95%. Jadi, wajar saja jika eksplorasi kedua anak usaha ini mendapat perhatian dan pendanaan yang serius dari induknya.
Nah, dengan investasi eksplorasi sebesar ini, jelas terlihat ambisi United Tractors untuk memperkuat portofolio sumber daya alamnya ke depan. Mari kita tunggu saja, apa hasil dari pengeboran-pengeboran tersebut nantinya.
Artikel Terkait
YULE Bagikan Dividen Rp15,8 Miliar, Cair 13 Mei 2026
Transaksi SPPA BEI Melonjak 461% Didorong Fitur Repo
Rupiah Melemah Tipis di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Data Inflasi AS
MCOL Dirikan Anak Usaha Rp18,75 Miliar untuk Garap Bisnis Data dan TI