Bank OCBC NISP akhirnya memutuskan besaran dividen untuk tahun buku 2025. Nilainya cukup fantastis, mencapai Rp1,03 triliun, yang akan dibagikan ke para pemegang saham. Angka ini setara dengan 20% dari total laba bersih bank yang tahun lalu membukukan Rp5,06 triliun.
Namun begitu, tidak semua laba itu dibagikan. Manajemen menyisihkan Rp1 miliar untuk cadangan umum. Sementara itu, sisa laba yang cukup besar, yakni 80 persennya, akan ditahan perusahaan untuk keperluan pengembangan di masa mendatang.
Direktur Utama OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, menjelaskan keputusan ini dalam sebuah pernyataan.
"Rapat menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp45 per saham atau sebesar Rp1,03 triliun ditetapkan sebagai dividen tunai," ujarnya.
Pencapaian laba bersih Rp5,06 triliun itu sendiri patut dicatat. Angka ini tumbuh 3,09% dibandingkan realisasi tahun 2024 yang sebesar Rp4,86 triliun. Pendorong utamanya? Kenaikan tipis tapi signifikan pada pendapatan bunga, dari Rp17,81 triliun menjadi Rp17,85 triliun.
OCBC NISP sebenarnya punya track record bagus dalam hal dividen. Sejak 2021, mereka rutin membagikan uang tunai ke pemegang saham. Dan nilainya terus meroket: dari Rp22 per saham (2021), melompat ke Rp58 (2022), lalu naik lagi jadi Rp72 (2023), dan mencapai puncaknya Rp106 per saham untuk tahun buku 2024.
Artikel Terkait
Cimory Bagikan Dividen Final Rp793 Miliar, Total Capai Rp1,59 Triliun
Avian Brands Bagikan Dividen Final Rp709 Miliar, Total 2026 Capai Rp1,36 Triliun
Analis Soroti Anomali: Kinerja BCA Gemilang, Harga Saham Justru Anjlok
ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Setara Rp45 per Saham untuk Tahun Buku 2025