Dekan FH UI Buka Suara Soal Percakapan Diduga Melecehkan Perempuan

- Senin, 13 April 2026 | 18:00 WIB
Dekan FH UI Buka Suara Soal Percakapan Diduga Melecehkan Perempuan

Gosip miring kembali memenuhi linimasa. Kali ini, sebuah tangkapan layar percakapan di grup chat yang diduga melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) menjadi sorotan. Kontennya memicu kemarahan banyak netizen karena dianggap melecehkan dan mengobjektifikasi perempuan.

Menanggapi viralnya kabar ini, Dekan FH UI, Parulian Paidi Aritonang, akhirnya buka suara. Menurutnya, fakultas telah menerima laporan resmi terkait insiden itu sejak Minggu (12/4/2026).

“Berdasarkan laporan tersebut, fakultas mengetahui beredarnya tangkapan layar percakapan yang diduga melibatkan mahasiswa dan memuat konten yang tidak pantas, termasuk indikasi kekerasan seksual,” jelas Parulian dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).

Dia menegaskan, laporan yang masuk berkaitan dengan dugaan pelanggaran kode etik. Bahkan, ada potensi unsur pidana di dalamnya karena terkait aktivitas sebagai mahasiswa.

Nah, sikap fakultas sendiri jelas. Mereka mengecam keras perilaku semacam itu. Perbuatan yang merendahkan martabat manusia dan melanggar etika akademik ini tak akan dibiarkan. Saat ini, proses penelusuran dan verifikasi sedang digelar. Kata Parulian, proses ini dilakukan secara serius, cermat, dan tentu saja menyeluruh.

“Proses ini dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dan keadilan,” tambahnya.

Kalau nanti benar terbukti ada pelanggaran apalagi yang berbau pidana FH UI berjanji akan bertindak tegas. Langkah hukum pun tak ditutup-tutupi, termasuk koordinasi dengan pihak berwajib. Soalnya, bagi mereka, keselamatan dan kenyamanan warga kampus adalah hal utama.

“Untuk keperluan tersebut, dapat menghubungi Manajer Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas sebagai narahubung,” terang Parulian.

Di sisi lain, dia juga mengimbau semua pihak untuk bersikap bijak. “Kami mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, serta menghormati proses yang sedang berlangsung,” pesannya.

Gelombang reaksi tak hanya berhenti di tingkat fakultas. Rektor UI, Heri Hermansyah, turut angkat bicara. Dengan tegas, dia menyatakan perlawanannya terhadap segala bentuk kekerasan seksual dan perundungan di lingkungan kampus.

Pernyataan ini langsung menanggapi unggahan viral yang telah beredar luas itu.

“Sedang menunggu respon. Tetapi saya juga memperhatikan di berbagai media, Dekan Fakultas Hukum sudah meresponsnya ya kalau tidak salah,” tutur Heri.

Meski begitu, dia memastikan bahwa rektorat akan memantau langsung penanganan kasus ini. Komitmennya jelas.

“Sama-sama kita monitor, ya. Kita lawan, kita lawan kekerasan seksual,” pungkas Heri.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar