Kemacetan luar biasa terjadi di Jalan Daan Mogot Raya, tepatnya di ruas yang menghubungkan Grogol dan Cengkareng, Jumat (23/1) sore ini. Penyebabnya klasik tapi selalu meresahkan: banjir.
Pemandangannya cukup memprihatinkan. Genangan air nyaris memenuhi seluruh badan jalan, membuat kendaraan kesulitan untuk sekadar melintas dengan normal. Dari pantauan di lokasi sekitar pukul tiga lewat seperempat sore, antrean kendaraan sudah mengular panjang. Banyak pengendara motor yang nekat, akhirnya beralih ke jalur busway demi menghindari kubangan yang sudah terlalu dalam di jalur biasa.
Mobil-mobil pun tak berkutik. Banyak dari mereka terpaksa berhenti total, bahkan memutuskan untuk putar balik karena khawatir terjebak atau mogok. Saat laporan ini dibuat, hujan masih turun di kawasan Daan Mogot, memperparah situasi yang sudah ruwet.
Menurut Sukarlan, Kepala Satpol PP Kecamatan Cengkareng, kondisi genangan hingga pukul 13.00 WIB masih tinggi dan malah cenderung bertambah.
“Kondisi saat ini jalan Daan Mogot banyak genangan. Disarankan untuk yang tidak benar-benar berkepentingan, sebaiknya tidak melewati Jalan Daan Mogot,” tegas Sukarlan.
Ia memaparkan, genangan merata hampir di sepanjang jalan, terutama di wilayah Kedawung dekat Kali Angke. Imbasnya, arus kendaraan dari Grogol banyak yang mentok dan gagal masuk ke Cengkareng. Pilihan terakhir mereka? Putar balik di sekitar Jembatan Gantung.
“Banyak yang tidak tembus sampai Cengkareng. Akhirnya di Jembatan Gantung putar balik karena tidak bisa lanjut,” katanya.
Lalu, bagaimana dengan jalur alternatif? Sayangnya, tidak lebih baik. Sukarlan menyebut Jalan Irigasi yang biasa jadi jalur tikus tembus ke Cengkareng juga sudah kelewat padat.
“Jalur samping, Jalan Irigasi, padatnya sudah kelewat batas. Sudah sangat sulit untuk tembus,” ujarnya.
Tinggi air sendiri, menurut Sukarlan, bisa mencapai sekitar 50 sentimeter di beberapa titik. Bahkan, setinggi lutut orang dewasa. Tidak heran, banyak kendaraan baik roda dua maupun empat yang akhirnya mogok dan teronggok di tengah jalan.
“Ini hampir 50 sentimeter. Banyak mobil mogok, bukan cuma mobil kecil,” tuturnya.
Banjir kali ini, seperti dijelaskan Sukarlan, dipicu kombinasi curah hujan yang tinggi dan luapan dari Kali Angke. Yang bikin frustrasi, genangan ini belum juga surut sejak sehari sebelumnya. Malah, sejak sekitar pukul 16.00 WIB kemarin, air justru terpantau semakin meninggi.
Di lapangan, aparat gabungan masih sibuk mengamankan lokasi dan mengatur lalu lintas yang kacau balau. Petugas Satpol PP juga terus berjaga di sekitar lokasi banjir.
Nah, buat kamu yang berencana melintas kawasan itu, pesannya jelas: cari jalan lain dulu. Hindari total Jalan Daan Mogot Raya hingga kondisi benar-benar pulih dan arus lalu lintas kembali bisa diandalkan.
Artikel Terkait
774 Pelanggaran Disiplin Terjadi di Kemenimipas, Bolos Kerja Mendominasi hingga 42 Pegawai Dipecat
Mentan Amran: Capaian Pangan Nasional Tak Lepas dari Peran TNI, Stok Beras Capai Rekor 5,12 Juta Ton
KPK Soroti 27.969 Bidang Tanah di Sulsel Belum Bersertifikat, Rawan Konflik dan Korupsi
Warkop Dg Anas: Meja Kopi Sederhana yang Menjadi Titik Temu Para Legenda Makassar