Laga Grup B Piala Dunia FIFA 2026 antara Qatar dan Swiss yang berlangsung di Stadion Levi’s, California, pada Minggu dinihari, 14 Mei 2026, harus berakhir dengan skor imbang 1-1. Gol penyeimbang yang tercipta pada menit akhir injury time menjadi titik balik yang mengubah peta persaingan di grup tersebut.
Swiss unggul lebih dahulu melalui eksekusi penalti Breel Embolo pada menit ke-17. Tendangan penalti itu diberikan setelah Remo Freuler dilanggar di kotak terlarang. Sejak awal laga, Swiss tampil dominan dengan penguasaan bola yang tinggi dan intensitas serangan yang terus-menerus menekan pertahanan Qatar.
Namun, Qatar menunjukkan pertahanan yang disiplin dan ketangguhan luar biasa sepanjang pertandingan. Meski terus ditekan oleh permainan cepat lawan, mereka tidak pernah menyerah dan tetap menjaga struktur pertahanan dengan rapi.
Ketika kemenangan Swiss sudah di depan mata, Qatar berhasil mencuri satu poin berkat gol di masa injury time, tepatnya pada menit 90 4. Kapten tim Boualem Khoukhi menjadi pahlawan setelah memanfaatkan umpan silang akurat dari Homam Ahmed melalui sundulan tajam yang tidak mampu diantisipasi kiper Swiss. Gol tersebut tidak hanya menyelamatkan Qatar dari kekalahan, tetapi juga menjadi momen bersejarah karena merupakan poin pertama mereka sepanjang keikutsertaan di Piala Dunia.
Secara statistik, Swiss benar-benar mendominasi pertandingan dengan 70 persen penguasaan bola dan total 27 tembakan, 10 di antaranya tepat sasaran. Sementara itu, Qatar hanya mencatat 30 persen penguasaan bola dengan 6 tembakan. Namun, efektivitas dan disiplin bertahan menjadi kunci mereka tetap bertahan dalam tekanan. Kiper Qatar, Mahmud Abunada, tampil gemilang dengan tujuh penyelamatan penting yang menjaga peluang timnya tetap hidup hingga menit akhir.
Hasil imbang ini membuat persaingan di Grup B semakin ketat. Qatar dan Swiss sama-sama mengamankan satu poin penting yang menjaga peluang mereka untuk lolos ke fase berikutnya. Situasi semakin menarik karena pertandingan lain di grup yang sama juga berakhir imbang, sehingga seluruh tim masih memiliki peluang yang sangat terbuka.
Dengan hasil ini, Grup B diprediksi akan menjadi salah satu grup paling kompetitif di Piala Dunia 2026, di mana setiap pertandingan akan sangat menentukan nasib tim. Pertandingan ini menjadi bukti bahwa sepak bola tidak hanya soal dominasi, tetapi juga efisiensi dan ketahanan mental hingga menit terakhir. Qatar berhasil mencuri perhatian dunia lewat satu momen krusial yang mengubah hasil akhir pertandingan.
Artikel Terkait
Prakiraan Cuaca Sulsel 14 Juni: Cerah Berawan Dominan, Sejumlah Daerah Berpotensi Hujan Ringan
Kejagung Pastikan 21.801 Motor Listrik BGN Tetap Digunakan untuk Program Makan Bergizi Gratis Meski Disidik Korupsi
Ana/Trias Bangkit dari Keterpurukan, Lolos ke Final Australian Open 2026
STIEM Bongaya Makassar Juarai NCFS 2026 Usai Taklukkan STIE Indonesia Jakarta 3-2