Suasana di lobi hotel di Amman itu riuh rendah. Puluhan diaspora Indonesia, dari mahasiswa hingga masyarakat umum, sudah berkumpul sejak lama. Mereka menanti dengan wajah-wajah penuh harap. Agenda resmi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Kerajaan Yordania Hasyimiah, Selasa kemarin, tiba-tiba terasa sangat personal begitu beliau melangkah masuk.
Momen paling mengharukan justru terjadi di pintu. Dua anak, Arsyah dan Carissa, dengan pakaian tradisional yang anggun, maju mendekat. Mereka menyambut sang Presiden dengan seuntai bunga dan ucapan, “Selamat datang di Amman Pak Presiden.” Prabowo membalas dengan senyum hangat dan ucapan terima kasih yang singkat. Seketika, tepuk tangan dan sorak-sorai hangat memenuhi ruangan.
Bagi para mahasiswa yang merantau jauh, kehadiran pemimpin negara di tengah mereka terasa seperti angin segar. Rasanya dekat, dan sama sekali tidak kaku.
“Kami semua turut bersukacita atas kedatangan beliau dan juga bangga banget bisa datang ke negeri Yordania ini,” tutur Lulu, seorang mahasiswi Universitas Yordania.
Dia dan teman-temannya memang sudah menunggu-nunggu detik-detik ini. Yang bikin Lulu makin senang, Presiden sempat menyemangati mereka yang sedang menuntut ilmu di negeri orang. “Beliau ramah banget,” katanya, menekankan kesan pertemuan singkat itu.
Kebahagiaan serupa terpancar dari Falihah dan Isma. Pertemuan langsung itu adalah pengalaman pertama mereka, dan rasanya sulit dilupakan.
“Jujur untuk pertama kalinya bertemu langsung dengan Bapak Prabowo tentunya sangat senang,” ujar mereka.
Di sisi lain, antusiasme juga terlihat pada Firas, Rendi, dan Faruq. Bagi mereka, kesempatan untuk sekadar berjabat tangan dengan Kepala Negara sudah menjadi kenangan yang sangat berharga.
"Senang bisa bertemu langsung. Alhamdulillah tadi juga bisa salaman langsung sama beliau. Masyaallah jadi senang alhamdulillah,” ucap mereka.
Malam di Amman itu terasa istimewa. Nuansa hangat pertemuan tadi makin punya makna mendalam karena berlangsung di bulan Ramadan. Di tengah suasana spiritual yang kental, kebersamaan itu terasa lebih menyentuh. Para diaspora Indonesia bukan cuma menyambut seorang presiden, tapi juga merasakan kehangatan dari tanah air yang datang menjumpai mereka.
Artikel Terkait
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh
Trump Klaim Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Dua Pilot Selamat
TNI Bantah Sekolah di Ende Digusur untuk Bangun Koperasi, Beberkan Kronologi Kerusakan Bangunan