Di tengah gejolak harga minyak global, industri otomotif China justru mencatatkan prestasi luar biasa. Ekspor kendaraan listrik dan hybrid mereka meledak pada Maret 2026. Angkanya fantastis: 349.000 unit berhasil dikirim ke luar negeri. Itu adalah rekor baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kalau dirinci, peningkatannya mencapai 140 persen dibandingkan Maret tahun lalu. Data resmi dari Asosiasi Mobil Penumpang China itu jelas menunjukkan tren yang sedang berbalik. Sementara pasar dalam negeri lesu, justru permintaan dari luar yang sedang menggila.
Lalu, apa penyebabnya? Konflik di Timur Tengah antara Iran, AS, dan Israel disebut-sebut jadi pemicu utama. Perang itu membuat harga minyak dan gas tak menentu. Alhasil, minat global terhadap mobil yang lebih hemat energi, seperti EV dan hybrid, ikut melonjak drastis. Situasi dunia yang tak menentu justru membawa angin segar bagi eksportir China.
BYD Co, raksasa produsen EV dunia, masih jadi pemain utama. Mereka menyumbang sekitar sepertiga dari total ekspor bulan Maret itu. Dua nama lain yang melengkapi trio teratas adalah Geely Automobile Holdings Ltd dan Chery Automobile Co. Ketiganya jadi andalan dalam gelombang ekspor kali ini.
Namun begitu, ceritanya sangat berbeda di pasar domestik. Di dalam negeri China sendiri, penjualan justru merosot. Total penjualan EV dan hybrid turun 14 persen menjadi 848.000 unit pada Maret. Itu adalah penurunan bulanan ketiga secara berturut-turut tanda yang jelas bahwa konsumen lokal sedang menahan diri.
Bahkan para pemain besar pun terkena imbasnya. Penjualan domestik BYD anjlok lebih dari 40 persen. Tesla Inc di China juga tak luput, mengalami penurunan penjualan sebesar 24 persen. Kontras yang sangat tajam antara kesuksesan di luar dan tantangan di dalam.
Artikel Terkait
Nama Nenad Bacina Muncul dalam Bursa Calon Pelatih PSM Makassar Musim Depan
BMKG: Cuaca Jakarta Saat Idul Adha Cerah Berawan, Hujan Ringan di Malam Hari
Fabregas Bawa Como 1907 ke Liga Champions untuk Pertama Kalinya, Manajemen Beri Kontrak Baru Rp92,6 Miliar
Industri Tambang Desak Kepastian Hukum Transisi Ekspor ke Badan Baru PT Danantara