Dosen Diduga Lecehkan Mahasiswi, Langsung Dinonaktifkan Kampus
Kasus dugaan pelecehan seksual kembali mengusik dunia kampus. Kali ini, Universitas Budi Luhur Jakarta menjadi sorotan setelah sebuah insiden yang melibatkan seorang dosen dan mahasiswinya viral di media sosial. Menanggapi hal itu, pihak universitas tak tinggal diam. Mereka telah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sang dosen, yang saat ini hanya disebut berinisial Y.
Rektor Universitas Budi Luhur, Agus Setyo Budi, membeberkan bahwa penonaktifan itu sudah berlaku sejak 27 Februari lalu. Tujuannya jelas: agar investigasi internal bisa berjalan tanpa gangguan.
“Penonaktifan ini bertujuan agar proses investigasi berjalan objektif dan optimal,” kata Agus.
“Selama masa tersebut, yang bersangkutan tidak menjalankan tugas akademik sama sekali,” tegasnya.
Namun begitu, Agus juga menggarisbawahi soal kewenangan. Status kepegawaian dosen terkait, menurutnya, masih berada di bawah yayasan. Artinya, untuk urusan administratif di luar tridharma perguruan tinggi, keputusannya ada di tangan yayasan selaku penyelenggara. Masa penonaktifan ini sendiri akan terus dievaluasi, menyesuaikan dengan perkembangan proses hukum yang mungkin terjadi.
Agus menyebut prosedur penanganan laporan sudah dijalankan. Mulai dari penyelidikan hingga pemberian rekomendasi kepada pelapor. Di akhir pernyataannya, ia juga menyampaikan permintaan maaf yang dalam.
Artikel Terkait
Anggota Kongres Demokrat Desak Pemakzulan Trump Atas Ancaman Militer ke Iran
Balita Terseret Arus Banjir di Ponorogo, Diselamatkan Warga Setelah Terseret 100 Meter
Netanyahu Tegaskan Serangan ke Lebanon Berlanjut, Tawarkan Negosiasi Damai
Iran Klaim Kemenangan dan Tegaskan Kendali Baru atas Selat Hormuz