Pelaksanaan salat Idul Adha di halaman Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, pada hari pertama libur panjang Idul Adha tahun ini berlangsung di tengah ketegangan yang masih menyelimuti kawasan tersebut. Ribuan jemaah memadati area masjid untuk menunaikan ibadah, meskipun situasi politik dan keamanan di wilayah pendudukan Israel belum sepenuhnya kondusif.
Perayaan Idul Adha tahun ini, yang merupakan salah satu hari raya terpenting dalam kalender Islam, berlangsung dalam bayang-bayang pelanggaran gencatan senjata yang terus terjadi. Berdasarkan laporan yang diterima, kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang mulai berlaku sejak Oktober 2025 kerap dilanggar oleh pihak Israel.
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, lebih dari 880 orang tewas dan 2.645 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata diumumkan pada 10 Oktober. Angka tersebut menunjukkan bahwa kekerasan masih berlangsung meskipun telah ada kesepakatan untuk menghentikan permusuhan.
Sementara itu, perjanjian damai yang diteken pada Oktober lalu sejatinya bertujuan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak Oktober 2023. Konflik tersebut, menurut data resmi, telah menewaskan lebih dari 72.000 orang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak serta melukai lebih dari 172.000 jiwa. Dampak kerusakan yang ditimbulkan juga sangat masif, mencakup sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza.
Artikel Terkait
Selebgram Woodyrman Aniaya Warga Brunei di Blok M karena Kesal Ditegur, Polisi: Pelaku Mabuk
Pemprov DKI Tiadakan Car Free Day Sudirman-Thamrin 31 Mei 2026 karena Bertepatan dengan Perayaan Waisak
Mendiktisaintek Selidiki Dugaan Pemalsuan Riset WNI di Konferensi Internasional Kopenhagen
TNI AU Buka Pendaftaran Bintara Gelombang Kedua hingga 20 Juni 2026