Jakarta kini menempati posisi kedua sebagai kota teraman di kawasan ASEAN. Itulah hasil survei internasional yang membuat Gubernur DKI, Pramono Anung, merasa bersyukur. Pencapaian ini, menurutnya, adalah buah dari kebersamaan yang dijaga seluruh warganya.
“Jadi, peringkat kedua ini bukan omongan saya sendiri. Ini hasil survei dunia,” ujar Pramono Anung.
Ia ditemui dalam acara Lebaran Betawi 2026 di Taman Lapangan Banteng, Sabtu lalu. Dengan nada lega, ia membandingkan posisi Jakarta yang dulu kerap berada di peringkat lima hingga tujuh. “Sekarang nomor dua, ya kita syukuri,” tambahnya.
Memang, capaian itu terasa istimewa. Jakarta berhasil mengalahkan kota-kota besar lain di Asia Tenggara seperti Bangkok, Manila, hingga Kuala Lumpur. Peringkat teratas masih dipegang oleh Singapura.
“Itu tidak mungkin dicapai tanpa kebersamaan, kerukunan, silaturahim, persatuan yang kita jaga bersama-sama,” tegas Pramono.
Maka ke depannya, pesannya jelas. Ia berharap para tokoh dan masyarakat ibu kota tetap bersatu. Sebab, dengan persatuan itu, budaya Jakarta bisa lebih maju. Begitu pula dengan kualitas sumber daya manusianya.
Nuansa kebersamaan dalam acara Lebaran Betawi itu seolah menjadi bukti nyata. Kerukunan bukan sekadar wacana, tapi benar-benar dirasakan di lapangan. Dan hasilnya? Sebuah prestasi yang patut dibanggakan.
Artikel Terkait
Selebgram MIA Ditetapkan Tersangka Kasus Penganiayaan Tewaskan Warga Brunei di Blok M
Tren Liburan Keluarga Bergeser ke Vila Privat, Waktu Berkumpul Tanpa Distraksi Jadi Kemewahan Baru
BEI Rotasi Tiga Saham di Indeks IDXMESBUMN, IPCM hingga TINS Masuk Gantikan ADHI dan PGEO
Polda Metro Tetapkan Selebgram Woodyrman Tersangka Penganiayaan Berat yang Tewaskan WNA Brunei