BEI Rotasi Tiga Saham di Indeks IDXMESBUMN, IPCM hingga TINS Masuk Gantikan ADHI dan PGEO

- Rabu, 27 Mei 2026 | 12:40 WIB
BEI Rotasi Tiga Saham di Indeks IDXMESBUMN, IPCM hingga TINS Masuk Gantikan ADHI dan PGEO

Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan perombakan terhadap daftar konstituen IDXMESBUMN, subindeks yang menaungi 17 saham syariah dari perusahaan BUMN, BUMD, dan afiliasinya dengan likuiditas serta kapitalisasi pasar yang relatif besar. Dalam penyegaran terbaru ini, tiga saham baru resmi masuk menggantikan tiga lainnya yang harus terdepak.

Tiga saham yang kini bergabung adalah PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), dan PT Timah (Persero) Tbk (TINS). Mereka menggantikan posisi PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), serta PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang harus keluar dari jajaran konstituen.

Meski terjadi perubahan komposisi, dominasi bobot indeks masih dipegang oleh dua nama besar. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) sama-sama memiliki porsi 20 persen. Menariknya, bobot ANTM naik dari sebelumnya 17,65 persen, sementara TLKM justru turun dari 21,59 persen.

Di posisi ketiga, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) mencatatkan bobot sebesar 17,06 persen. Dengan demikian, ketiga saham tersebut secara kolektif mendominasi hampir 67 persen dari total bobot IDXMESBUMN.

IDXMESBUMN sendiri pertama kali diluncurkan pada 29 April 2021. Indeks ini merupakan hasil kerja sama antara BEI dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Sebagai bagian dari mekanisme pemeliharaan, BEI secara rutin melakukan evaluasi terhadap subindeks syariah, termasuk IDXMESBUMN, sebanyak dua kali dalam setahun, yakni pada Mei dan November. Untuk periode evaluasi kali ini, susunan konstituen baru berlaku efektif mulai 2 Juni hingga 30 November 2026.

Sementara itu, kinerja IDXMESBUMN sejak awal tahun tercatat mengalami tekanan. Indeks ini melemah 8,45 persen ke level 82,78 poin. Pelemahan tersebut sejalan dengan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun hingga 30 persen pada periode yang sama.

Berikut adalah susunan lengkap konstituen IDXMESBUMN beserta bobotnya: PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) sebesar 20 persen, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) 6,76 persen, PT Elnusa Tbk (ELSA) 1,91 persen, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) 0,18 persen, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) 0,28 persen, PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) 1,18 persen, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) 4,77 persen, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) 5,14 persen, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) 0,10 persen, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) 17,06 persen, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) 8,96 persen, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) 0,58 persen, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) 0,26 persen, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) 5,62 persen, PT Timah (Persero) Tbk (TINS) 6,93 persen, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) 20 persen, dan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) 0,25 persen.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar