Toyota Donasikan Mesin Generasi Terkini ke SMK di Lombok untuk Perkuat Pendidikan Vokasi

- Rabu, 15 Juli 2026 | 13:48 WIB
Toyota Donasikan Mesin Generasi Terkini ke SMK di Lombok untuk Perkuat Pendidikan Vokasi

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyerahkan donasi unit mesin generasi terkini kepada SMK Negeri 1 Jonggat di Lombok Tengah dan SMK Negeri 2 Kuripan di Lombok Barat. Langkah ini bertujuan meningkatkan kompetensi siswa di bidang motor otomotif melalui sinkronisasi bahan ajar berbasis teknologi aktual.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto. Perusahaan mendonasikan dua tipe mesin dengan karakteristik teknologi berbeda sebagai alat peraga dan simulasi troubleshooting bagi siswa. SMKN 1 Jonggat menerima satu unit mesin Toyota seri 2TR (bensin), sementara SMKN 2 Kuripan mendapatkan satu unit mesin seri 2GD (diesel).

Mesin seri 2TR merupakan mesin 4-silinder segaris DOHC yang mengadopsi teknologi Dual VVT-i (Variable Valve Timing-intelligent), merepresentasikan sistem kontrol katup variabel modern untuk efisiensi termal dan optimalisasi performa. Adapun mesin seri 2GD adalah mesin diesel Common Rail yang dilengkapi Variable Nozzle Turbocharger (VNT) dan Intercooler, menjadi standar teknologi mesin diesel modern dengan emisi rendah dan torsi tinggi.

Kedua mesin ini akan difokuskan sebagai bahan ajar utama dalam kurikulum Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), khususnya pada modul Sistem Manajemen Mesin, Mekanisme Katup dan Sistem Induksi Udara, serta Perawatan Berkala dan Overhaul. Siswa akan belajar pembacaan sensor, diagnosis sistem injeksi, praktik mekanisme kerja Dual VVT-i dan VNT, hingga bongkar-pasang komponen internal mesin sesuai standar operasi.

"Pendidikan vokasi harus bergerak selaras dengan perkembangan teknologi di pabrik. Melalui donasi mesin seri 2TR dan 2GD ini, kami ingin memastikan siswa SMK di Lombok tidak hanya belajar teori motor bakar konvensional, melainkan langsung berinteraksi dengan arsitektur mesin modern yang hari ini beredar luas di pasar global," ujar Nandi Julyanto.

Selain perangkat keras, TMMIN juga mengintegrasikan program Vocational School Development untuk menyelaraskan aspek kurikulum. Pembelajaran praktik di bengkel SMK akan disesuaikan dengan standar Industrial Culture Implementation yang diterapkan di pabrik TMMIN. Siswa dibiasakan dengan budaya kerja industri seperti penerapan 5S, keselamatan kerja, penggunaan alat ukur presisi, dan kepatuhan terhadap Standard Operation Sheet.

Hingga saat ini, TMMIN telah membina 29 SMK di Pulau Jawa dan mulai mengekspansi program standardisasi teknis ke Nusa Tenggara Barat. Melalui penguatan fasilitas bahan ajar mesin seri advanced ini, ekosistem pendidikan vokasi di Lombok diharapkan mampu melahirkan teknisi andal yang siap pakai dan berdaya saing tinggi di industri.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags