Mbappe Akui Kesalahan Taktik dan Teknis di Balik Kekalahan Prancis dari Spanyol

- Rabu, 15 Juli 2026 | 14:30 WIB
Mbappe Akui Kesalahan Taktik dan Teknis di Balik Kekalahan Prancis dari Spanyol

Kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe, secara blak-blakan mengakui bahwa kekalahan dari Spanyol di babak semifinal Piala Dunia 2026 disebabkan oleh kesalahan taktik dan teknis. Prancis harus mengubur impian melaju ke final setelah takluk 0-2 dari La Roja di Stadion Dallas pada Rabu (15/7/2026).

Dua gol Spanyol dicetak melalui penalti Oyarzabal pada menit ke-22 dan Pedro Porro pada menit ke-58. Sepanjang pertandingan, Prancis gagal membalas dan harus menerima kenyataan pahit tersingkir di semifinal.

Mbappe menilai masalah terbesar ada di lini tengah. Menurutnya, Spanyol mampu menciptakan keunggulan jumlah pemain sehingga Rodri dan Fabian Ruiz leluasa mengatur tempo permainan.

"Kami kalah jumlah, tiga lawan dua di lini tengah. Melawan Spanyol, itu sangat sulit," ujar Mbappe. "Fabian dan Rodri punya banyak waktu memainkan bola. Kami kurang komunikasi saat melakukan pressing. Seharusnya kami bermain dengan pressing satu lawan satu agar mereka dipaksa berlari bersama kami."

Prancis sebenarnya telah menyiapkan strategi untuk menekan tinggi sejak awal agar Spanyol tidak nyaman menguasai bola. Namun, rencana itu gagal dijalankan. Spanyol justru mampu keluar dari tekanan dengan umpan-umpan pendek dan merebut kembali bola ketika Prancis sempat menguasainya.

"Kami tidak memainkan pertandingan seperti yang kami inginkan, baik secara teknis maupun taktik," kata penyerang Real Madrid tersebut. "Kalau Anda tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan pada semifinal Piala Dunia, Anda tidak akan menang."

Selain soal taktik, Mbappe juga menyoroti performa teknis timnya. Ia menilai banyak sentuhan pertama yang buruk serta kesalahan operan membuat Prancis gagal memanfaatkan ruang saat peluang menyerang muncul.

"Kami terlalu ceroboh secara teknis. Kami tidak mampu menyakiti mereka ketika kesempatan itu datang," ujarnya.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, sempat mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan menarik Adrien Rabiot pada awal babak kedua dan memasukkan Desire Doue serta Rayan Cherki. Namun, perubahan itu tidak mampu memutus dominasi Spanyol.

Sebagai kapten, Mbappe mengaku bertanggung jawab penuh atas kegagalan ini. "Sebagai kapten, saya mengambil seluruh tanggung jawab dan saya tidak punya masalah dengan itu," katanya. "Kami ingin lolos ke final. Kenyataannya, kami gagal."

Meski kalah di semifinal, Prancis masih memiliki satu pertandingan tersisa: perebutan tempat ketiga melawan tim yang kalah pada laga semifinal Inggris vs Argentina, yang akan digelar di Miampi pada Minggu (19/7/2026).

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags