Gary Neville Nilai Pertahanan Argentina Rapuh, Prediksi Inggris Bobol Dua Gol

- Rabu, 15 Juli 2026 | 15:00 WIB
Gary Neville Nilai Pertahanan Argentina Rapuh, Prediksi Inggris Bobol Dua Gol

Legenda Manchester United Gary Neville melontarkan penilaian berani jelang semifinal Piala Dunia 2026. Ia menyebut pertahanan Argentina rapuh dan yakin gawang Emiliano Martínez akan bobol dua kali saat berhadapan dengan Inggris.

Prediksi itu langsung memanaskan duel klasik Inggris kontra Argentina yang sarat rivalitas. Neville menilai Inggris memiliki kualitas cukup untuk membobol gawang Argentina. Titik lemah, menurutnya, berada di jantung pertahanan yang ditempati Cristian Romero dan Lisandro Martínez.

Dalam perbincangan bersama Sky Bet, mantan bek Manchester United itu menyoroti inkonsistensi duet bek tengah Albiceleste. Ia menilai keduanya sering membuka ruang yang bisa dimanfaatkan lawan menjadi peluang mencetak gol.

“Romero dan Martinez hampir selalu memberikan kesempatan kepada lawan untuk mencetak gol,” ujar Neville, Rabu (15/7/2026).

Meski demikian, Neville tidak menutup mata terhadap kualitas kedua pemain tersebut. Ia justru menganggap Romero dan Lisandro sebagai pasangan bek dengan karakter unik karena mampu tampil luar biasa sekaligus melakukan kesalahan yang sulit diprediksi.

“Mereka adalah pasangan bek tengah terbaik sekaligus terburuk di dunia,” katanya.

Menurut Neville, dalam satu momen keduanya bisa mendominasi duel udara, tampil agresif, bahkan ikut membantu serangan. Namun, beberapa menit kemudian mereka bisa melakukan kesalahan yang mengubah jalannya pertandingan.

Kendati memberikan kritik, Neville mengakui performa Romero dan Lisandro berubah ketika memperkuat tim nasional Argentina. Ia melihat keduanya bermain dengan semangat, determinasi, dan mental bertanding yang jauh lebih tinggi dibanding saat membela klub.

Faktor itulah yang membuat Neville tetap menempatkan Argentina sebagai lawan yang sangat berbahaya, terlepas dari berbagai kelemahan yang menurutnya masih terlihat sepanjang turnamen.

Pandangan tersebut bukan pertama kalinya disampaikan Neville selama Piala Dunia 2026. Sebelum Argentina menghadapi Swiss pada babak sebelumnya, ia juga sempat mempertanyakan kualitas permainan tim asuhan Lionel Scaloni.

Menurut Neville, kekuatan terbesar Albiceleste bukan berasal dari dominasi permainan, melainkan kemampuan mereka bertahan di bawah tekanan dan bangkit dalam situasi sulit. Mental juara itulah yang dinilainya menjadi pembeda Argentina dengan banyak tim lain.

Meski begitu, ia menilai semangat juang saja tidak akan selalu cukup. Jika kembali menampilkan performa yang sama seperti beberapa pertandingan sebelumnya, Argentina diperkirakan bakal menghadapi tantangan yang jauh lebih berat saat berjumpa Inggris yang sedang dalam tren positif.

Optimisme terhadap The Three Lions juga datang dari mantan pemain Inggris lainnya. Sebelumnya, Joe Cole turut memprediksi Harry Kane dan kawan-kawan mampu menyingkirkan Argentina untuk mengamankan tiket ke final.

Selain membahas duel semifinal, Neville juga memberikan pandangannya mengenai calon juara Piala Dunia 2026. Ia menilai Prancis masih memiliki skuad paling lengkap dibanding tim lain yang tersisa di turnamen.

Menurutnya, apabila Les Bleus gagal mengangkat trofi, maka mereka telah menyia-nyiakan potensi besar yang dimiliki. Neville bahkan yakin Prancis memiliki kapasitas untuk mengalahkan siapa pun, termasuk jika nantinya bertemu Argentina di partai final.

Kini sorotan publik sepak bola dunia tertuju ke pertandingan Inggris melawan Argentina. Selain memperebutkan satu tiket menuju final, laga ini kembali menghidupkan rivalitas panjang dua negara yang selalu menghadirkan tensi tinggi.

Di tengah derasnya prediksi yang berpihak kepada Inggris, Argentina tentu memiliki kesempatan untuk membungkam semua keraguan sekaligus menjadikan kritik Gary Neville sebagai tambahan motivasi dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags