Prabowo dan Luhut Bahas Dinamika Timur Tengah hingga Pelemahan Rupiah dalam Pertemuan Tiga Jam

- Rabu, 15 Juli 2026 | 15:15 WIB
Prabowo dan Luhut Bahas Dinamika Timur Tengah hingga Pelemahan Rupiah dalam Pertemuan Tiga Jam

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan selama tiga jam dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan dan anggota DEN lainnya di Hambalang, Bogor, Selasa (14/7/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari dinamika Timur Tengah yang kembali memanas hingga pelemahan nilai tukar rupiah.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut pertemuan itu merupakan agenda rutin. Luhut, kata dia, kerap meminta waktu untuk memaparkan hasil kajian DEN kepada presiden. "Memang secara rutin presiden mendapatkan laporan dari berbagai pihak, yang secara rutin salah satunya adalah dari Dewan Ekonomi Nasional. Jadi memang secara rutin beliau, Pak Luhut, sering minta waktu untuk menyampaikan hasil kajian-kajian dari Dewan Ekonomi Nasional," ujar Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Dalam pertemuan itu, DEN menyoroti kembali menghangatnya dinamika di Timur Tengah. Lembaga tersebut meminta pemerintah mengantisipasi dampaknya, terutama terhadap harga minyak mentah. "Terutama untuk, satu, menjaga masalah fiskal kita manakala menghangatnya dinamika itu misalnya akan berpengaruh kembali terhadap harga minyak. Meskipun dapat kami sampaikan bahwa tidak perlu ada yang dikhawatirkan, sekali lagi berkenaan dengan suplai minyak kita aman, meskipun dinamika di Timur Tengah maupun di Selat Hormuz itu kembali menghangat," jelas Prasetyo.

Selain itu, Presiden Prabowo meminta Luhut dan jajaran DEN mempercepat proses pemulihan rupiah. Nilai tukar rupiah saat ini masih tertekan di level Rp18.000-an per dolar AS. "Salah satu antisipasinya adalah menjaga makro, ini macam-macam teknisnya menjaga mikronya juga macam-macam. Salah satunya adalah ekonomi riil harus didorong, yang itu menjadi program pemerintah. Misalnya mengenai pembangunan kampung nelayan, sana nelayan, itu diminta untuk dipercepat karena itu bagian juga dari menjaga ekonomi kita terus bergerak," tutur Prasetyo.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags