Hubungan Prabowo-Jokowi Mulai Retak, Pengamat Prediksi Beda Jalan pada 2028

- Rabu, 15 Juli 2026 | 14:50 WIB
Hubungan Prabowo-Jokowi Mulai Retak, Pengamat Prediksi Beda Jalan pada 2028

Hubungan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan, meski belum sampai pada titik perpecahan. Hal itu disampaikan pengamat politik Ray Rangkuti dalam kanal Youtube Hendri Satrio, Rabu, 15 Juli 2026.

Menurut Ray, indikasi keretakan sebenarnya sudah terlihat sejak tujuh bulan terakhir. "Saya kira sejak tujuh bulan lalu sudah mengisyaratkan keretakan. Belum pecah, tapi dia retak," ujarnya. Keretakan itu, kata dia, berpotensi berkembang menjadi perbedaan arah politik menjelang Pemilu 2029.

"Retak itu ke arah pecah. Jadi mungkin pecahnya di 2028, di mana kemungkinan Jokowi dengan Prabowo akan berbeda jalan," jelas Ray.

Ray menduga, salah satu indikator keretakan adalah mulai intensnya safari politik yang dilakukan Jokowi ke sejumlah daerah. Ia menganalisis bahwa langkah itu terkait dengan peluang Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi, untuk kembali menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo pada 2029.

"Kenapa beliau mulai jalan-jalan? Dugaan saya atau analisa saya, karena saya merasa Gibran hanya punya peluang sekitar 30 persen untuk kembali dipilih Prabowo sebagai pasangan pada 2029," kata Ray. Meski demikian, ia menegaskan peluang tersebut masih sangat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan politik nasional.

Ray memperkirakan Prabowo akan mempertimbangkan figur lain sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2029. Di sisi lain, Jokowi disebut tengah menyiapkan sejumlah skenario politik untuk menjaga keberlanjutan pengaruh politik keluarganya.

"Tampaknya Prabowo akan mencari pasangan lain. Makanya Jokowi menyiapkan tiga skenario. Pertama, tetap bersama Prabowo. Kedua, mendorong Gibran menjadi RI 1 atau RI 2 tetapi tidak bersama Prabowo," jelasnya.

Ray menambahkan, selain strategi jangka panjang menuju Pilpres 2029, Jokowi juga mempertimbangkan kemungkinan jangka pendek. "Jangka pendeknya, mana tahu ada sesuatu yang membuat Prabowo tidak bisa melanjutkan masa jabatannya sampai 2029. Gibran sudah dipersiapkan untuk bisa menerima estafet kepemimpinan itu," pungkasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags