Tuchel Sempat Pertimbangkan Man-Marking Khusus untuk Hentikan Messi di Semifinal Piala Dunia

- Rabu, 15 Juli 2026 | 15:12 WIB
Tuchel Sempat Pertimbangkan Man-Marking Khusus untuk Hentikan Messi di Semifinal Piala Dunia

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengaku sempat mempertimbangkan opsi man-marking khusus untuk meredam pergerakan Lionel Messi pada laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Argentina, Kamis (16/7) dini hari nanti. Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Tuchel memberikan indikasi bahwa ia sempat terpikir untuk menggunakan gaya pertahanan tradisional guna menghentikan dominasi permainan Messi yang saat ini menjadi salah satu pencetak gol terbanyak turnamen dengan koleksi delapan gol.

“Saya sempat memikirkan hal ini, apakah kami harus melakukan man-marking gaya lama yang tepat sasaran kepada Messi,” ujar Tuchel seperti dilansir laman FIFA. Meskipun demikian, sang pelatih belum memastikan apakah strategi tersebut akan benar-benar diterapkan di lapangan saat hari pertandingan tiba. Tuchel menegaskan bahwa seluruh staf kepelatihannya telah melakukan analisis mendalam terhadap gaya bermain Messi. Ia mengakui bahwa keunggulan utama kapten Argentina tersebut terletak pada kemampuannya dalam membaca situasi permainan yang jauh lebih cepat dibandingkan pemain lain di lapangan.

“Saya tidak yakin apakah kami akan benar-benar menjalankan ide ini, tetapi itu sempat terlintas di pikiran saya. Saya rasa semua orang tahu ruang-ruang mana yang ingin ia manfaatkan. Jika Anda menganalisis setiap pertandingan, Anda akan merasa bahwa dia mampu melihat segala sesuatu lebih awal daripada siapa pun di atas lapangan,” tambahnya.

Rivalitas Inggris vs Argentina

Tuchel memastikan seluruh pemain dalam kondisi fit untuk diturunkan melawan Argentina, kecuali Jordan Henderson yang mengalami patah tangan, serta Jarell Quansah yang harus absen karena akumulasi kartu. Pelatih asal Jerman itu juga berupaya meredam narasi rivalitas panas antara Inggris dan Argentina, baik di dalam maupun luar lapangan, sebagai faktor yang memengaruhi jalannya pertandingan. "Kami tidak menjadikan itu sebagai bahan bakar," kata Tuchel. "Kami tahu mengapa kami ada di sini. Kami tahu apa yang kami inginkan. Kami tidak pernah malu untuk mengharapkan itu dari diri kami sendiri, mengatakannya, memimpikannya. Kami berada di semifinal. Kami datang dengan lapar, kami ingin meraih kemenangan berikutnya."

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags