Pria Bangladesh Tewas Dikeroyok Usai Ejek Lionel Messi saat Nonton Bareng Piala Dunia 2026

- Rabu, 15 Juli 2026 | 08:45 WIB
Pria Bangladesh Tewas Dikeroyok Usai Ejek Lionel Messi saat Nonton Bareng Piala Dunia 2026

Seorang pria di Bangladesh tewas setelah dikeroyok saat acara nonton bareng pertandingan Piala Dunia 2026. Insiden itu dipicu oleh ejekan terhadap bintang sepak bola Lionel Messi yang gagal mengeksekusi penalti.

Peristiwa terjadi pada Minggu (12/7/2026) saat laga Argentina melawan Swiss. Messi gagal mencetak gol dari titik putih, dan kegagalan itu terulang di pertandingan berikutnya melawan Mesir. Akibatnya, Messi menjadi pemain pertama yang gagal mengeksekusi dua penalti dalam waktu normal di satu edisi Piala Dunia.

Kegagalan Messi menjadi bahan ejekan Muhammed Shariful Islam (35), seorang pengemudi becak motor asal Bangladesh. Menurut saksi mata, Shariful berkata, "Bapakmu enggak bisa cetak gol (your father could not score a goal)." Ucapan itu memicu pertengkaran dengan penggemar Argentina yang berujung pengeroyokan.

Polisi mengungkapkan bahwa korban dipukul oleh dua pria bernama Babu dan Main Uddin Malu. Meski sempat dilerai warga, Shariful mengalami luka parah dan dilarikan ke Rumah Sakit Perguruan Tinggi Kedokteran Cumilla. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Istri korban, Beauty Banu, tak menyangka suaminya meninggal karena sepak bola. "Bagaimana mungkin orang membunuh seseorang hanya karena pertandingan sepak bola? Saya punya dua anak perempuan. Siapa yang akan mereka panggil ayah sekarang? Kedua anak perempuan saya telah menjadi yatim piatu," ujarnya.

Beauty Banu meminta kasus ini diusut tuntas dan pelaku dihukum seberat-beratnya. "Saya adalah wanita miskin dan tak berdaya. Bagaimana saya akan membesarkan kedua anak perempuan saya sekarang? Seluruh keluarga saya telah hancur," katanya.

Polisi Bangladesh masih mendalami kasus ini dan memproses hukum para terduga pelaku.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags