Prabowo Resmikan Lima Bendungan Strategis untuk Ketahanan Pangan dan Energi

- Jumat, 10 Juli 2026 | 10:40 WIB
Prabowo Resmikan Lima Bendungan Strategis untuk Ketahanan Pangan dan Energi

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan lima bendungan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) pada Jumat, 10 Juli 2026. Kelima bendungan tersebut tersebar di beberapa provinsi, yaitu Bendungan Meninting di Lombok, Nusa Tenggara Barat; Bendungan Keureuto dan Rukoh di Aceh; Bendungan Jlantah di Karanganyar, Jawa Tengah; serta Bendungan Sidan di Bali.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangannya menyebutkan bahwa Bendungan Meninting dibangun untuk mengatasi ketimpangan air di Lombok. “Bendungan ini memperkuat ketahanan air dan pangan, serta mengantisipasi dampak perubahan iklim seperti El Nino dan IOD yang berpotensi memicu kemarau panjang,” ujarnya.

Bendungan Meninting memiliki kapasitas sekitar 9,91 juta meter kubik dengan luas genangan 46 hektare. Infrastruktur ini mampu mengairi 1.559 hektare lahan pertanian, menyediakan air baku, dan mendukung pembangkit listrik tenaga air (PLTA) serta PLTS terapung dengan kapasitas sekitar 10 MW.

Prasetyo menambahkan, keberadaan bendungan diproyeksikan meningkatkan indeks pertanaman dari 280 persen menjadi 300 persen. “Tambahan produksi gabah mencapai 420.000 ton per musim tanam, dengan nilai ekonomi sekitar Rp4,6 triliun per tahun,” jelasnya.

Selain fungsi irigasi dan energi, bendungan ini juga berpotensi menjadi kawasan wisata air serta mendukung pasokan air bersih bagi sektor pariwisata di Lombok.

Prasetyo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya air seperti lima bendungan ini akan terus dilanjutkan secara terukur dan terintegrasi. Tujuannya untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, lingkungan, serta mitigasi bencana hidrometeorologi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags