Video yang memperlihatkan aksi demo warga terhadap sebuah rumah di Desa Panipahan, Rokan Hilir, ramai beredar. Rumah itu disebut-sebut sebagai markas bandar narkoba. Aksi itu viral di media sosial, dan polisi pun angkat bicara, berjanji akan mengusut tuntas pelaku peredarannya.
Menurut sejumlah saksi, suasana sempat memanas pada Jumat lalu. Massa mendatangi rumah milik seorang pria berinisial A, yang dituding sebagai bandar. Empat motor hangus dibakar, barang-barang dari dalam rumah pun ditarik keluar dan ikut dilalap api. Untungnya, tak ada korban jiwa dalam kericuhan itu. Aparat gabungan TNI-Polri bergerak cepat meredakan situasi.
Kini, kondisi di lapangan sudah jauh lebih tenang. Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni, memastikan hal itu. "Kami memastikan situasi saat ini sudah aman dan kondusif," katanya kepada wartawan, Sabtu (11/4/2026).
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Setiap persoalan, termasuk kasus narkoba ini, akan ditangani secara profesional oleh aparat.
"Percayakan seluruh proses kepada aparat. Kami pastikan penanganan terhadap peredaran narkoba akan kami tindaklanjuti secara serius dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Isa.
Di sisi lain, ia memahami unjuk rasa adalah hak warga. Namun begitu, tindakan anarkis seperti perusakan dan pembakaran jelas tak dibenarkan. "Mari kita jaga situasi tetap kondusif dan tidak memperkeruh keadaan," ajaknya.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam OTT Jawa Timur
Harga Emas Anjlok 12% pada Maret 2026, Catat Bulan Terburuk Sejak 2013
Presiden Prabowo Akan Temui Putin di Moskow Bahas Geopolitik dan Energi
Gaji Pensiunan PNS Masih Berpatokan pada PP No 8 Tahun 2024, Belum Ada Kenaikan