Suasana di lobi hotel di Amman itu riuh rendah. Puluhan diaspora Indonesia, dari mahasiswa hingga masyarakat umum, sudah berkumpul sejak lama. Mereka menanti dengan wajah-wajah penuh harap. Agenda resmi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Kerajaan Yordania Hasyimiah, Selasa kemarin, tiba-tiba terasa sangat personal begitu beliau melangkah masuk.
Momen paling mengharukan justru terjadi di pintu. Dua anak, Arsyah dan Carissa, dengan pakaian tradisional yang anggun, maju mendekat. Mereka menyambut sang Presiden dengan seuntai bunga dan ucapan, “Selamat datang di Amman Pak Presiden.” Prabowo membalas dengan senyum hangat dan ucapan terima kasih yang singkat. Seketika, tepuk tangan dan sorak-sorai hangat memenuhi ruangan.
Bagi para mahasiswa yang merantau jauh, kehadiran pemimpin negara di tengah mereka terasa seperti angin segar. Rasanya dekat, dan sama sekali tidak kaku.
“Kami semua turut bersukacita atas kedatangan beliau dan juga bangga banget bisa datang ke negeri Yordania ini,” tutur Lulu, seorang mahasiswi Universitas Yordania.
Dia dan teman-temannya memang sudah menunggu-nunggu detik-detik ini. Yang bikin Lulu makin senang, Presiden sempat menyemangati mereka yang sedang menuntut ilmu di negeri orang. “Beliau ramah banget,” katanya, menekankan kesan pertemuan singkat itu.
Artikel Terkait
Menkeu: Arya Iwantoro Wajib Kembalikan Dana LPDP Rp3,6 Miliar Plus Bunga
Bank Mandiri Catat Kredit Tumbuh 15,62% dan Laba Naik 16% di Awal 2026
Kecelakaan Truk Wingbox di Gatot Subroto Sebabkan Macet Parah
LPS Mulai Bayar Klaim Nasabah BPR Prima Master Bank yang Dicabut Izinnya