Prancis Akhiri Simpan Emas di New York, Semua Cadangan Kini di Paris
Bank Sentral Prancis, Banque de France, baru saja menyelesaikan sebuah langkah besar. Mereka menarik 129 ton emas yang menjadi sisa terakhir cadangan negara itu di Amerika Serikat. Jadi, tak ada lagi batangan emas Prancis yang tersimpan di New York.
Menariknya, mereka tak repot-repot mengangkut fisik emasnya melintasi Samudera Atlantik. Menurut laporan, BdF justru memilih untuk menjual emas lama itu dan membeli yang baru di pasar Eropa. Proses jual-beli ini berlangsung cukup intens, dari Juli 2025 sampai Januari 2026, melalui 26 transaksi terpisah.
Dan langkah ini ternyata sangat menguntungkan. BdF meraup keuntungan sekitar 12,8 miliar euro, atau kalau dirupiahkan bisa mencapai Rp250 triliun. Gimana enggak, harga emas saat itu sedang mencatatkan rekor tertinggi. Timing-nya pas banget.
Ini sebenarnya bagian dari proses panjang. Sejak 2005, BdF sudah mulai mengganti emas-emas lamanya yang standarnya sudah ketinggalan zaman dengan batangan baru yang memenuhi standar internasional. Upaya memulangkan emas sendiri sudah dimulai puluhan tahun lalu.
Sebagian besar cadangan mereka sudah dipindahkan dari Federal Reserve AS dan Bank of England ke Paris dalam periode 1963 hingga 1966. Jadi, penarikan yang terakhir ini seperti penutup dari sebuah bab sejarah.
Hasilnya kini jelas. Total cadangan emas Prancis yang mencapai 2.437 ton terbesar keempat di dunia sekarang semuanya berada di Paris. Semua aman di dalam negeri.
Artikel Terkait
Iduladha Dorong Rantai Pasok Ekonomi Kerakyatan, Danareksa: Peternak Hingga Sopir Truk Ikut Terdampak
Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Masuk Kurikulum Sekolah di Indonesia
ASN di PPU Ditangkap Polisi Usai Cabuli Anak Tetangga yang Masih Berusia 10 Tahun
Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas Guguran, PVMBG Keluarkan Imbauan Radius 13 Kilometer