Momentum Iduladha tidak hanya memiliki dimensi keagamaan, tetapi juga mampu menggerakkan rantai pasok ekonomi dari hulu hingga hilir. Demikian disampaikan Direktur Utama PT Danareksa (Persero), Ngurah Wirawan, yang menilai aktivitas kurban memiliki dampak ekonomi yang luas karena melibatkan banyak mata rantai usaha. Mulai dari peternak, sopir truk, hingga penggerak ekonomi skala kecil seperti pembuat plastik pembungkus, semuanya turut merasakan efek dari kegiatan tersebut.
Ngurah menjelaskan bahwa fenomena backward economy ini sejalan dengan DNA Holding strategis Kawasan Industri yang dikelolanya. Ia menegaskan bahwa holding hadir sebagai lokomotif yang menarik rantai pasok di belakangnya untuk menggerakkan perekonomian kerakyatan. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi pada Kamis, 28 Mei 2026.
Menurutnya, kawasan industri tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas manufaktur dan investasi, tetapi juga memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya. Oleh karena itu, penguatan ekosistem kawasan industri dinilai dapat menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas dan inklusif.
Saat ini, Holding Danareksa tengah dipersiapkan menjadi Holding Kawasan Industri Indonesia dengan pengelolaan tujuh kawasan strategis yang tersebar di Medan, Jakarta, Semarang, Batang, Surabaya, hingga Makassar. Posisi tersebut menjadikan holding memiliki keterhubungan langsung dengan ribuan tenaga kerja, pelaku usaha, dan komunitas penyangga kawasan industri.
Dalam peringatan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Holding BUMN Danareksa bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan 14 ekor sapi dan 12 ekor kambing. Penyaluran tersebut dipusatkan di PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Surabaya, dan ditujukan bagi sekitar 3.800 keluarga di tujuh kelurahan sekitar kawasan industri SIER.
Penyaluran kurban tahun ini melibatkan sejumlah anggota holding, antara lain PT Kawasan Industri Medan (KIM), PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), serta PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). Selain itu, partisipasi juga datang dari sejumlah entitas non-inti di lingkungan Holding Danareksa.
Artikel Terkait
Prabowo Apresiasi Prancis sebagai Pelopor Solusi Dua Negara untuk Palestina
Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Masuk Kurikulum Sekolah di Indonesia
ASN di PPU Ditangkap Polisi Usai Cabuli Anak Tetangga yang Masih Berusia 10 Tahun
Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas Guguran, PVMBG Keluarkan Imbauan Radius 13 Kilometer