Kebahagiaan serupa terpancar dari Falihah dan Isma. Pertemuan langsung itu adalah pengalaman pertama mereka, dan rasanya sulit dilupakan.
“Jujur untuk pertama kalinya bertemu langsung dengan Bapak Prabowo tentunya sangat senang,” ujar mereka.
Di sisi lain, antusiasme juga terlihat pada Firas, Rendi, dan Faruq. Bagi mereka, kesempatan untuk sekadar berjabat tangan dengan Kepala Negara sudah menjadi kenangan yang sangat berharga.
"Senang bisa bertemu langsung. Alhamdulillah tadi juga bisa salaman langsung sama beliau. Masyaallah jadi senang alhamdulillah,” ucap mereka.
Malam di Amman itu terasa istimewa. Nuansa hangat pertemuan tadi makin punya makna mendalam karena berlangsung di bulan Ramadan. Di tengah suasana spiritual yang kental, kebersamaan itu terasa lebih menyentuh. Para diaspora Indonesia bukan cuma menyambut seorang presiden, tapi juga merasakan kehangatan dari tanah air yang datang menjumpai mereka.
Artikel Terkait
NASA Gandeng Swasta Genjot Misi Pendaratan Berawak di Bulan 2028
Gubernur DKI Dukung Penangkapan Ikan Sapu-sapu untuk Lindungi Ekosistem Perairan
AS dan Iran Gelar Pembicaraan Tingkat Tinggi di Islamabad untuk Akhiri Perang Enam Minggu
Dubes Iran Akui Kondisi Selat Hormuz Mirip Masa Perang, Kapal Pertamina Masih Tertahan