Dubes Iran Akui Kondisi Selat Hormuz Mirip Masa Perang, Kapal Pertamina Masih Tertahan

- Sabtu, 11 April 2026 | 21:20 WIB
Dubes Iran Akui Kondisi Selat Hormuz Mirip Masa Perang, Kapal Pertamina Masih Tertahan

Kondisi di Selat Hormuz saat ini memang sedang tidak biasa. Bahkan, bisa dibilang cukup tegang. Hal itu diakui sendiri oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, ketika berbicara di Kampus Paramadina, Jakarta Timur, akhir pekan lalu.

Menurutnya, situasi di sana punya tingkat kesensitifan yang mirip dengan masa perang. "Terkait dengan Teluk Persia dan Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi biasa," ujar Boroujerdi, Sabtu (11/4/2026).

"Sebagaimana kita ketahui saat ini yang terjadi di sana memiliki kesensitivitasan saat masa perang."

Karena alasan itulah, protokol keamanan yang diterapkan oleh tentara Iran di selat strategis itu menjadi sangat ketat. Boroujerdi menegaskan, semua kapal yang hendak melintas wajib mengikuti aturan main yang ada.

"Dan pada masa perang ini tentunya juga ada beberapa protokol yang harus dilalui terkait lewatnya kapal-kapal dari Selat Hormuz," katanya.

"Di antaranya adalah bernegosiasi dengan pihak yang terkait, pihak penjaga keamanan dari Republik Islam Iran, yang semuanya harus melalui protokol tersebut."

Pernyataan Dubes ini menyoroti nasib dua kapal tanker milik Pertamina yang masih tertahan. Keduanya adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang seharusnya mengangkut minyak dan gas untuk kebutuhan dalam negeri.

Di sisi lain, upaya pemerintah Indonesia untuk membebaskan kapal-kapal itu terus berjalan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaku komunikasi masih intens dilakukan.

"Kita lagi sedang berkomunikasi terus ya," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Dari sisi perusahaan, Vega Pita selaku Pjs Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS) juga memberikan konfirmasi. Pihaknya, bersama Kementerian Luar Negeri, terus memantau perkembangan situasi tanpa henti.

"Bersama dengan Kemlu, PIS terus memantau perkembangan 24/7 dan membahas persiapan teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman," jelas Vega.

Jadi, sekarang semua mata tertuju pada proses negosiasi yang berlangsung. Keamanan pasokan energi dalam negeri, tentu saja, menjadi taruhannya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar