Diet Intermittent Fasting untuk Penderita GERD: Aman atau Justru Berisiko?
Metode diet intermittent fasting belakangan memang populer. Banyak yang memilihnya karena dianggap praktis untuk menurunkan berat badan. Tapi, bagaimana dengan orang yang punya masalah asam lambung atau GERD? Apakah pola makan dengan jeda waktu panjang ini justru berbahaya?
Menjawab pertanyaan itu, influencer kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi punya penjelasan. Menurutnya, penderita GERD tetap bisa menjalani intermittent fasting, asal dengan syarat tertentu. Yang menarik, dia malah bilang metode ini berpotensi meredakan gejala GERD kalau dijalankan dengan tepat.
“Bisa enggak orang Gerd menjalani IF dengan baik? Oh, bisa. Malah Gerd-nya bisa sembuh,”
Ujarnya dalam sebuah video Instagram yang diunggah belum lama ini.
Alasannya sederhana. Selama menjalani IF, konsumsi obat lambung tetap bisa dilakukan. Jadi, meski jadwal makan berubah, pengelolaan kondisi lambung sebenarnya masih bisa dikontrol. “Karena bisa jadi dia tetap meminum obat-obatan untuk asam lambungnya,” tambah dr. Tirta.
Namun begitu, dia juga memberikan catatan penting. Tidak semua penderita GERD disarankan untuk mencoba cara ini. Bagi yang kondisinya sudah kronis atau cukup parah, intermittent fasting justru bisa memperburuk keadaan. Risikonya tak main-main.
“Kurang dianjurkan untuk orang yang mengalami gangguan asam lambung yang kronis. Otomatis kalau pada penderita seperti ini harus dianjurkan makan sering tapi sedikit,”
Jelasnya.
Intinya, memahami kondisi tubuh sendiri itu kunci. Dr. Tirta mengingatkan, metabolisme dan karakter tiap orang itu berbeda. Apa yang cocok untuk satu orang, belum tentu cocok untuk yang lain. “Selalu kenali metabolisme tubuhmu dan karakter tubuhmu,” pesannya, menyebut berbagai metode diet yang sedang tren.
Jadi, sebelum ikut-ikutan tren diet, ada baiknya kita berpikir ulang. Terutama bagi mereka yang punya riwayat penyakit lambung. Konsultasi dengan ahli gizi atau dokter jelas langkah yang lebih bijak, ketimbang langsung terjun mencoba tanpa pertimbangan matang.
Artikel Terkait
Sunan Kalijaga Mundur sebagai Kuasa Hukum, Erin Taulany Tunjuk Pengacara Baru
Dewi Perssik Ikhlas Berkurban di Tengah Kelelahan Usai Syuting Hingga Subuh
Universitas Oxford Kembangkan Vaksin Khusus untuk Lawan Varian Langka Ebola yang Mewabah di Kongo
Menkes: Protein Daging Kurban Setara dengan Whey Protein, Baik untuk Pembentukan Otot