JAKARTA – Pasca banjir dan longsor yang menerjang, kondisi listrik di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, perlahan mulai membaik. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahkan memberikan target yang cukup optimistis: pasokan listrik diharapkan pulih total pada Jumat ini.
“Sekarang tower-tower yang jatuh, materialnya sudah ada,” ujar Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Dia menegaskan, “Saya meminta kepada PLN, Insya Allah hari Jumat semuanya clear. Jadi Jumat malam kita doakan lampu sudah nyala sebagaimana mestinya.”
Keyakinan Menteri Bahlil ini punya dasar. Di lapangan, progres perbaikan jaringan transmisi utama terus digenjot. Jalur vital SUTT Tarutung-Sibolga, misalnya, sudah mencapai 70 persen penyelesaian. Mereka sedang membangun Tower Emergency untuk menggantikan tower T61 yang roboh. Sementara itu, jalur SUTT Bireuen-Arun juga dikebut dengan progres sekitar 60 persen.
Yang menggembirakan, Gardu Induk Sibolga di hilir sudah beroperasi penuh sejak 2 Desember lalu. Artinya, begitu jaringan transmisi tersambung, listrik bisa langsung mengalir ke rumah-rumah warga.
Data terbaru per 3 Desember menunjukkan pemulihan yang signifikan. Sudah 87 persen lebih pelanggan yang terdampak atau sekitar 473 ribu kembali menikmati aliran listrik. Beban listrik yang berhasil dipulihkan bahkan mencapai 93,4 persen.
Namun begitu, pekerjaan rumah belum sepenuhnya selesai. Masih ada sekitar 71 ribu pelanggan di beberapa wilayah, termasuk Sibolga dan Padang Sidimpuan, yang gelap gulita. Mereka menjadi prioritas utama tim di lapangan saat ini.
“Ini sebagai bentuk keseriusan atas arahan dan perintah Bapak Presiden ketika kemarin datang untuk memastikan agar listrik di minggu ini selesai,” tegas Bahlil.
Sambil menunggu jaringan utama normal, pemerintah tidak tinggal diam. Sebagai solusi darurat, Kementerian ESDM dan PLN telah menyalurkan bantuan 40 unit genset dan 200 lampu darurat ke daerah tersebut.
“Nanti semuanya kita serahkan kepada Bapak Bupati,” tambah Bahlil. “Beliau yang tahu di mana titik-titik yang paling membutuhkan, sambil menunggu optimalisasi dari hari Jumat malam.”
Di sisi lain, pemulihan tidak hanya fokus pada listrik. Pasokan energi lain seperti BBM dan gas elpiji juga jadi perhatian serius. Menteri Bahlil sudah menginstruksikan Pertamina untuk beroperasi 24 jam di lokasi terdampak. Jumlah SPBU aktif ditambah, dan untuk sementara, aturan barcode dihapus agar warga lebih mudah mengakses BBM.
Strategi distribusi LPG pun diubah total. Rute pasokan dialihkan dari Dumai ke Padang untuk menghindari gangguan cuaca dan ombak besar. Mereka juga menyiagakan empat kapal khusus untuk melayani rute ke Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Nias.
Jadi, meski masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, gelombang pemulihan pasca bencana di Tapanuli Tengah terus bergerak maju. Target Jumat malam menyala menjadi harapan bersama.
Artikel Terkait
Metland Targetkan Marketing Sales Rp2 Triliun pada 2026
Hong Kong Salip Swiss sebagai Pusat Kekayaan Lintas Batas Terbesar Dunia
Metland Bagikan Dividen Rp74,2 Miliar dari Laba 2025, Setara Rp9,7 per Saham
PT Daaz Bara Lestari Nilai Kebijakan Ekspor Satu Pintu Tak Berdampak Material pada Kinerja