Siang itu, Kamis lalu, suasana di Desa Karangawen, Pati, tiba-tiba riuh. Dentuman mesin alat berat memecah kesunyian, menarik perhatian warga yang berkerumun. Mereka menyaksikan sebuah rumah, yang dulu berdiri kokoh, perlahan-lahan diratakan dengan tanah.
Rupanya, yang merobohkan adalah pemilik rumah itu sendiri. Aksi ekstrem ini diduga kuat berawal dari rasa kecewa yang mendalam. Sang pria, begitu mendengar kabar bahwa mantan istrinya telah menerima lamaran pria lain. Yang menyakitkan, kabar itu datang sebelum perceraian mereka benar-benar selesai secara hukum.
Sebenarnya, pihak desa sudah berusaha mencegah. Mereka tak henti-hentinya melakukan mediasi, berharap rumah itu bisa diselamatkan. Minimal, untuk anak semata wayang pasangan tersebut. Tapi upaya itu sepertinya mentok.
“Keduanya sepakat untuk membongkar rumah tersebut,” begitu kira-kira kesimpulan dari proses panjang itu.
Setelah mediasi terakhir di kantor desa pada Jumat siang, semuanya dinyatakan selesai. Perkara rumah tangga yang berakhir dengan puing-puing dan kenangan yang ikut terserak.
Kini, yang tersisa hanya sepetak tanah kosong dan cerita pilu yang masih jadi perbincangan warga sekitar.
Artikel Terkait
Selebgram Woodyrman Aniaya WNA Brunei hingga Tewas di Blok M, Berawal dari Voice Note Tantangan Berkelahi
LBH dan Paguyuban Piaman Laporkan Abu Janda ke Bareskrim atas Pernyataan yang Dinilai Hina Masyarakat Sumbar
Empat Anggota Satu Keluarga Tewas saat Berkemah di Temanggung, Diduga Keracunan Barbeque Bawaan Sendiri
Menhan Sjafrie Salat Iduladha Bersama Prajurit TNI dan Warga Papua di Manokwari