Siang itu, Kamis lalu, suasana di Desa Karangawen, Pati, tiba-tiba riuh. Dentuman mesin alat berat memecah kesunyian, menarik perhatian warga yang berkerumun. Mereka menyaksikan sebuah rumah, yang dulu berdiri kokoh, perlahan-lahan diratakan dengan tanah.
Rupanya, yang merobohkan adalah pemilik rumah itu sendiri. Aksi ekstrem ini diduga kuat berawal dari rasa kecewa yang mendalam. Sang pria, begitu mendengar kabar bahwa mantan istrinya telah menerima lamaran pria lain. Yang menyakitkan, kabar itu datang sebelum perceraian mereka benar-benar selesai secara hukum.
Sebenarnya, pihak desa sudah berusaha mencegah. Mereka tak henti-hentinya melakukan mediasi, berharap rumah itu bisa diselamatkan. Minimal, untuk anak semata wayang pasangan tersebut. Tapi upaya itu sepertinya mentok.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Terima Rp335 Juta di Pendopo Kabupaten
Liverpool Kembali ke Jalur Kemenangan Usai Taklukkan Fulham 2-0
Rumah Sakit Utama di Beirut Bertahan di Tengah Ancaman Militer dan Krisis Pasokan Medis
Liverpool Hentikan Tren Buruk, Kalahkan Fulham 2-0 di Anfield