AS dan Israel Tewaskan Ayatollah Khamenei dalam Operasi Militer Besar-besaran

- Senin, 02 Maret 2026 | 10:45 WIB
AS dan Israel Tewaskan Ayatollah Khamenei dalam Operasi Militer Besar-besaran

Gelombang serangan militer AS yang mengguncang Iran sejak akhir pekan lalu tampaknya belum akan mereda. Operasi besar-besaran yang digelar bersama sekutu Israel itu bahkan berhasil menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Dan menurut pihak militer Amerika, mereka tak punya rencana untuk mengerem.

Kapten Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), menegaskan keseriusan mereka. Pernyataannya dikutip oleh media Al Arabiya, Senin lalu.

"Kami memang mengatakan besar sekali, dan kami bersungguh-sungguh," ujarnya.

Operasi yang dijuluki 'Epic Fury' ini digerakkan atas perintah langsung Presiden Donald Trump. Tujuannya, kata CENTCOM, untuk membela warga Amerika dengan melenyapkan ancaman dari rezim Iran. Komando yang mengawasi kawasan Timur Tengah ini menyebut aksi mereka sebagai pukulan yang "luar biasa dan tanpa henti".

Di lapangan, serangan itu memang terasa menghancurkan. Tak cuma menargetkan Khamenei yang telah memimpin selama 36 tahun, operasi ini juga membidik para pemimpin senior Iran lainnya. Menurut seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya, sejumlah pesawat pengebom siluman B-2 dikerahkan khusus untuk meluluhlantakkan gudang-gudang penyimpanan rudal balistik di bawah tanah Iran.

Menariknya, meski pesawat-pesawat itu terbang dari Pangkalan Udara Whiteman di Missouri, mereka tidak menggunakan bom GBU raksasa seberat 30.000 pon seperti dalam serangan tahun lalu. Rupanya, strateginya berbeda.

Hingga Minggu (1/3), CENTCOM mengumumkan angka yang fantastis: lebih dari 1.000 target di wilayah Iran telah dihajar. Di antaranya adalah markas besar Garda Revolusi Iran (IRGC), yang hancur total. Situasinya masih berkembang, dan tekanan terhadap Teheran tampaknya akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar