Gelombang serangan militer AS yang mengguncang Iran sejak akhir pekan lalu tampaknya belum akan mereda. Operasi besar-besaran yang digelar bersama sekutu Israel itu bahkan berhasil menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Dan menurut pihak militer Amerika, mereka tak punya rencana untuk mengerem.
Kapten Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), menegaskan keseriusan mereka. Pernyataannya dikutip oleh media Al Arabiya, Senin lalu.
"Kami memang mengatakan besar sekali, dan kami bersungguh-sungguh," ujarnya.
Operasi yang dijuluki 'Epic Fury' ini digerakkan atas perintah langsung Presiden Donald Trump. Tujuannya, kata CENTCOM, untuk membela warga Amerika dengan melenyapkan ancaman dari rezim Iran. Komando yang mengawasi kawasan Timur Tengah ini menyebut aksi mereka sebagai pukulan yang "luar biasa dan tanpa henti".
Di lapangan, serangan itu memang terasa menghancurkan. Tak cuma menargetkan Khamenei yang telah memimpin selama 36 tahun, operasi ini juga membidik para pemimpin senior Iran lainnya. Menurut seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya, sejumlah pesawat pengebom siluman B-2 dikerahkan khusus untuk meluluhlantakkan gudang-gudang penyimpanan rudal balistik di bawah tanah Iran.
Menariknya, meski pesawat-pesawat itu terbang dari Pangkalan Udara Whiteman di Missouri, mereka tidak menggunakan bom GBU raksasa seberat 30.000 pon seperti dalam serangan tahun lalu. Rupanya, strateginya berbeda.
Hingga Minggu (1/3), CENTCOM mengumumkan angka yang fantastis: lebih dari 1.000 target di wilayah Iran telah dihajar. Di antaranya adalah markas besar Garda Revolusi Iran (IRGC), yang hancur total. Situasinya masih berkembang, dan tekanan terhadap Teheran tampaknya akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah, Wisatawan Singapura Banjiri Jakarta untuk Berburu Belanja dan Kuliner
Nadiem Makarim Bantah Korupsi Pengadaan Chromebook, Klaim Hemat Rp3,9 Triliun
Nadiem Makarim dalam Pleidoi: Saya Pertaruhkan Segalanya demi Mengabdi ke Negara
95 Persen Kebakaran di Jakarta Akibat Korsleting Listrik, Wagub Rano Karno Imbau Warga Periksa Instalasi