Kedekatan Prabowo-Megawati di Harlah Pancasila Dinilai Jadi Simbol Nyata Persatuan Bangsa

- Selasa, 02 Juni 2026 | 14:10 WIB
Kedekatan Prabowo-Megawati di Harlah Pancasila Dinilai Jadi Simbol Nyata Persatuan Bangsa

Kedekatan yang ditunjukkan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dalam peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 dinilai sebagai wujud nyata dari tema perayaan tahun ini. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, menyebut momen tersebut bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan representasi dari semangat persatuan yang telah lama terjalin di antara kedua tokoh bangsa itu.

“Merupakan manifestasi dari tema Harlah Pancasila 2026: ‘Pancasila pemersatu bangsa dan pondasi perdamaian dunia’. Selain itu, Presiden Prabowo dan Bu Mega memiliki sejarah hubungan yang panjang,” kata Qodari kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Menurut Qodari, dinamika hubungan politik antara Prabowo dan Megawati selama ini justru memperlihatkan bahwa perbedaan pilihan maupun persaingan politik tidak lantas menghalangi komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Ia menekankan bahwa keduanya pernah berada dalam satu barisan, namun juga pernah berkompetisi secara terbuka.

“Ada kalanya bersama dan berkompetisi namun tetap satu dalam menjaga Pancasila serta persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya agenda politik tertentu di balik pertemuan tersebut, Qodari dengan tegas membantahnya. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini masing-masing pihak tetap menjalankan peran dan tanggung jawabnya sesuai dengan posisi masing-masing tanpa ada muatan tersembunyi.

“Sepengetahuan saya tidak ada. Masing-masing sedang menjalankan tugas dan peran,” ujarnya.

Qodari menjelaskan bahwa Presiden Prabowo saat ini tengah fokus pada pelaksanaan program-program pembangunan nasional serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di sisi lain, Megawati bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tetap konsisten memilih berada di luar pemerintahan dan menjalankan fungsi politiknya secara independen.

“Presiden Prabowo sebagai pemerintah fokus pada menjalankan program pembangunan dan melindungi serta memajukan kesejahteraan umum. Sebaliknya Bu Mega dan PDIP memilih berada di luar pemerintahan,” lanjutnya.

Momen keakraban antara Prabowo dan Megawati terjadi saat keduanya menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026). Wakil Presiden Gibran Rakabuming juga tampak hadir dalam upacara tersebut.

Usai upacara, suasana hangat terlihat ketika Prabowo yang semula berbincang dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla serta Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin, kemudian mempersilakan mereka berjalan lebih dulu. Namun, Megawati yang berada di belakang justru mengajak Prabowo untuk berjalan bersama. Ia tampak menggandeng tangan Prabowo, dan keduanya berjalan beriringan. Keakraban itu semakin terlihat ketika mereka bersama-sama menghampiri para siswa yang hadir dan melayani mereka untuk bersalaman.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar