Gubernur DKI Dukung Penangkapan Ikan Sapu-sapu untuk Lindungi Ekosistem Perairan

- Sabtu, 11 April 2026 | 22:15 WIB
Gubernur DKI Dukung Penangkapan Ikan Sapu-sapu untuk Lindungi Ekosistem Perairan

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, ternyata mendukung penangkapan ikan sapu-sapu yang marak dilakukan di sejumlah titik ibukota. Dukungan ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, ikan yang satu ini bukan cuma berbahaya untuk dikonsumsi, tapi juga jadi ancaman serius bagi ekosistem perairan Jakarta.

“Persoalan ikan sapu-sapu, terus terang saya mengikuti ketika (penangkapan) di depan Grand Hyatt atau Plaza Indonesia, Wali Kota (Jakarta Pusat) bersama PPSU menangkap ikan sapu-sapu,”

Ujarnya kepada awak media, Sabtu (11/4/2026).

Pramono mengungkapkan, sapu-sapu sebenarnya adalah pendatang. Ikan ini berasal dari Amerika Selatan dan punya daya tahan yang luar biasa. Hidupnya bisa dari memakan apa saja, limbah sekalipun. Nah, karena kebiasaan makannya itu, dagingnya pasti sudah terkontaminasi zat-zat berbahaya. Jadi, jelas tidak aman untuk dikonsumsi.

Namun begitu, bahayanya tidak berhenti di situ. Ikan ini juga dikenal rakus. Mereka bisa memakan telur-telur ikan lain dan secara perlahan merusak habitat asli di sungai. Kalau dibiarkan, ya bisa-bisa ikan lokal kita yang justru punah.

“Maka, saya termasuk menyetujui kalau kemudian diadakan secara masif untuk menghilangkan atau mengurangi ikan sapu-sapu karena kalau dibiarkan ikan-ikan yang lain hilang,”

tegasnya.

Aksi penangkapan sendiri sudah lebih dulu digelar. Sehari sebelumnya, Jumat (10/4/2026), sekitar seratus personel gabungan dari Dinas KPKP, Satpol PP, PPSU, dan Gulkarmat Jakarta Pusat turun ke Kali Cideng. Lokasinya persis di depan Plaza Indonesia, Menteng. Mereka berburu ikan invasif itu.

Kepala Dinas KPKP DKI, Hasudungan A Sidabalok, menyebut aksi kerja bakti ini adalah respons atas keluhan warga. Warga resah dengan keberadaan ikan sapu-sapu yang makin banyak di aliran kali.

“Sebelumnya kami juga sudah menyelesaikan permasalahan serupa di kali Ciliwung,”

kata Hasudungan.

Dia menegaskan, metode penangkapan yang dilakukan tetap manusiawi. Tidak menyakiti, tapi efektif untuk mengendalikan populasinya. Hasilnya? Empat puluh satu ekor sapu-sapu berukuran besar berhasil diamankan dari kali itu. Langkah kecil, semoga berdampak besar bagi kelestarian ikan-ikan asli Jakarta.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar