Gubernur Jateng Ajak Fatayat NU Bersama Cegah Kekerasan di Lingkungan Pesantren

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB
Gubernur Jateng Ajak Fatayat NU Bersama Cegah Kekerasan di Lingkungan Pesantren

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajak jajaran Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) untuk berkolaborasi dalam menjaga lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren, dari segala bentuk tindak kekerasan. Ajakan ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di sela-sela peringatan Hari Lahir ke-76 Fatayat NU yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, pada Sabtu.

Menurut Ahmad Luthfi, upaya pencegahan kekerasan tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum semata. Ia menekankan perlunya gerakan kolektif yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan.

"Kita harus saling asah dan asuh. Tidak cukup dengan penegakan hukum. Kita harus mengumpulkan seluruh tokoh masyarakat untuk menyadarkan kembali agar kejadian kekerasan tidak terulang," ujar Gubernur Ahmad Luthfi.

Ia menegaskan bahwa proses hukum atas kasus kekerasan tetap menjadi kewenangan aparat kepolisian. Namun, untuk pemulihan korban maupun lembaga pesantren yang terdampak, diperlukan penanganan bersama dari semua pihak. Bahkan, ia mengaku telah berdiskusi dengan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin, terkait persoalan tersebut.

Pemerintah, lanjutnya, juga akan melibatkan kementerian terkait, aparat penegak hukum, serta tokoh agama dan masyarakat untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren. Ia menekankan bahwa kasus kekerasan yang terjadi di sejumlah pesantren belakangan ini harus menjadi evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah, Tazkiyatul Mutmainah, menegaskan komitmen organisasinya dalam isu perlindungan perempuan dan anak. Pihaknya akan terus mendorong masyarakat agar berani bersuara ketika melihat, mengetahui, atau menjadi korban kekerasan, terutama kekerasan seksual.

"Kami aktif menyadarkan masyarakat untuk berani speak up, berani bersuara ketika melihat atau menjadi korban kekerasan, terutama kekerasan seksual, karena ini adalah tugas kita bersama," kata Tazkiyatul Mutmainah.

Ia menambahkan, Fatayat NU Jawa Tengah siap mengawal program-program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan, dan perlindungan anak. Organisasi ini berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar