Wall Street Anjlok, Saham Teknologi Tertekan dan Minyak Tembus USD100

- Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30 WIB
Wall Street Anjlok, Saham Teknologi Tertekan dan Minyak Tembus USD100

Wall Street dibuka merosot tajam pada perdagangan Kamis (23/7/2026) setelah laporan keuangan kuartal II dari dua perusahaan teknologi raksasa mengecewakan investor. Kekhawatiran akan pengeluaran besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI) kembali mencuat, sementara harga minyak mentah Brent menyentuh USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak akhir Mei akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat turun 504,86 poin atau 0,97% ke 51.713,72. S&P 500 melemah 70,92 poin atau 0,95% ke 7.428,04, dan Nasdaq Composite anjlok 433,12 poin atau 1,69% ke 25.257,79. Penurunan ini dipicu oleh hasil keuangan Alphabet dan Tesla dua dari tujuh perusahaan megacap yang dikenal sebagai Magnificent Seven yang gagal memuaskan pasar.

Saham Alphabet, perusahaan induk Google, ambles 6,4% setelah laporan keuangannya tidak cukup meyakinkan investor. Perhatian kini beralih pada rencana belanja modal yang lebih tinggi untuk pengembangan AI.

"Alphabet menghabiskan ratusan miliar dolar untuk tetap unggul dalam perlombaan senjata AI," ujar Direktur Investasi AJ Bell, Russ Mould. "Namun, masih ada tingkat skeptisisme yang cukup tinggi tentang kemampuan investasi ini untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang sepadan."

Sementara itu, saham Tesla merosot 12,2% setelah melaporkan arus kas bebas negatif untuk kuartal II untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun. Rencana belanja modal perusahaan teknologi besar lainnya akan menjadi sorotan saat mereka melaporkan hasil keuangan pekan depan. Investor mulai mempertanyakan apakah dana besar yang digelontorkan ke AI akan menghasilkan imbal hasil yang berarti, dan apakah pertumbuhan laba mampu membenarkan valuasi saham yang sudah tinggi.

Ketegangan geopolitik turut menekan pasar. Setelah berbulan-bulan fokus investor tertuju pada Selat Hormuz, perhatian kini beralih ke Laut Merah. Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran dan menguasai wilayah di dekat Selat Bab el-Mandeb telah memicu kekhawatiran baru dalam krisis Timur Tengah. Harga minyak mentah Brent sempat naik hingga USD100 per barel, level tertinggi sejak akhir Mei.

Saham-saham sektor chip, yang belakangan ini volatil, mencatat pergerakan beragam. Texas Instruments turun 3,2% meskipun perusahaan memperkirakan pendapatan kuartalan di atas estimasi analis. Indeks S&P 500 mencatat 15 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan delapan rekor terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencatat 30 rekor tertinggi baru dan 68 rekor terendah baru.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags