ADA Band Rilis Selalu Ada, Refleksi Kedewasaan Setelah Tiga Dekade Berkarya

- Sabtu, 11 April 2026 | 17:00 WIB
ADA Band Rilis Selalu Ada, Refleksi Kedewasaan Setelah Tiga Dekade Berkarya

Jakarta – ADA Band kembali hadir dengan karya terbaru. Lewat music video berjudul "Selalu Ada", band legendaris ini menunjukkan bahwa eksistensi mereka masih kuat, bahkan setelah hampir tiga dekade berkarya. Bukan cuma sekadar lagu baru, karya ini lebih terasa seperti sebuah refleksi. Sebuah cermin dari kedewasaan, ketulusan, dan konsistensi yang mereka jaga selama ini.

Tema yang diusung pun dalam. "Selalu Ada" bicara soal kehadiran yang lebih bermakna. Bukan sekadar fisik berada di samping, tapi tentang rasa yang menetap, bertahan, dan sulit untuk digantikan. Hidup ini kan selalu berubah, keadaan bisa memisahkan, tapi ingatan dan arti seseorang seringkali tetap tinggal.

Dari segi musik, ADA Band memilih aransemen yang lebih modern dan intim. Karakter khas mereka melodi hangat dan lirik menyentuh tetap jadi tulang punggung. Namun begitu, ada nuansa kekinian yang terasa, sebuah adaptasi yang wajar untuk musisi yang telah melewati begitu banyak era: dari kaset, CD, transisi digital, hingga dominasi streaming seperti sekarang.

Lagu ini diciptakan oleh Dika Satjadibrata. Konon, inspirasi utamanya datang dari cerita-cerita nyata yang dialami banyak orang. Tentang pertemuan, perpisahan, dan tentang orang-orang yang datang silih berganti dalam hidup kita.

Kisah-kisah itu kemudian dirangkum dalam satu baris lirik yang menjadi benang merah: “semua datang dan pergi, mewarnai cerita kita.”

Menurut ADA Band, kalimat itu terinspirasi dari sebuah caption dan juga pengalaman personal sang vokalis, Naga, saat berpisah dengan band sebelumnya.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar