Goldman Sachs Naikkan Proyeksi Belanja Modal AS Jadi 7,8%, AI dan Insentif Pajak Jadi Pendorong Utama

- Rabu, 27 Mei 2026 | 00:30 WIB
Goldman Sachs Naikkan Proyeksi Belanja Modal AS Jadi 7,8%, AI dan Insentif Pajak Jadi Pendorong Utama

Goldman Sachs menilai investasi bisnis di Amerika Serikat tengah berada pada lintasan yang tepat menuju tahun yang solid, dan kenaikan harga minyak dinilai tidak akan secara signifikan mengganggu aktivitas tersebut. Lembaga keuangan global itu bahkan merevisi naik proyeksi pertumbuhan belanja modal setahun penuh menjadi 7,8 persen, dari sebelumnya 6,5 persen.

Dalam catatan analisnya, Elsie Peng, Goldman Sachs menyebutkan bahwa investasi tetap pada bisnis riil meningkat 10,4 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026. Angka itu menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan laju 5,6 persen yang tercatat pada tahun sebelumnya. Lebih rinci lagi, pertumbuhan belanja modal domestik yang mendasarinya juga naik menjadi 5 persen, dari 2,4 persen pada 2025.

Mengenai harga minyak, Goldman Sachs meredam kekhawatiran bahwa biaya energi yang tinggi dapat membebani aktivitas investasi. Perusahaan itu mencatat bahwa hubungan historis antara kenaikan harga minyak dan belanja modal sektor energi telah melemah secara nyata dalam beberapa tahun terakhir.

"Produsen telah memprioritaskan disiplin modal daripada pertumbuhan produksi," tulis Goldman Sachs dalam catatannya. Data frekuensi tinggi hingga Mei menunjukkan sedikit perubahan dalam aktivitas pengeboran dan produksi, memperkuat argumen bahwa sektor energi tidak akan terguncang oleh fluktuasi harga minyak.

Dua pendorong utama diperkirakan bakal mempertahankan momentum belanja modal hingga akhir tahun. Goldman Sachs memperkirakan bahwa kecerdasan buatan atau AI akan meningkatkan pertumbuhan belanja modal riil sebesar 3,3 poin persentase pada 2026. Perusahaan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur, sementara adopsi AI mendorong pengeluaran yang lebih terlihat di sektor perangkat lunak serta riset dan pengembangan.

Di sisi lain, insentif pajak yang berasal dari Undang-Undang One Big Beautiful Bill diperkirakan memberikan kontribusi tambahan sekitar 3 poin persentase terhadap pertumbuhan belanja modal. Sementara itu, dua hambatan yang membebani investasi pada 2025 mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.

Goldman Sachs menjelaskan bahwa hambatan dari tarif yang lebih tinggi akan berkurang dari 1,5 poin persentase pada 2025 menjadi 0,7 poin persentase pada 2026. Hambatan dari normalisasi pembangunan pabrik juga diproyeksikan menyusut, memberikan ruang lebih luas bagi pertumbuhan investasi di tahun ini.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar