Rasis ke Mbappe, Senator Paraguay Dikecam Pemerintahnya Sendiri

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:36 WIB
Rasis ke Mbappe, Senator Paraguay Dikecam Pemerintahnya Sendiri

Kylian Mbappe baru saja membawa Prancis melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 lewat gol penalti yang ia cetak saat melawan Paraguay di Philadelphia. Pertandingan itu berlangsung sengit, penuh pelanggaran keras dan emosi yang meluap. Namun, yang kemudian menjadi perbincangan hangat bukanlah gol Mbappe atau permainan kasar Paraguay yang ia sindir, melainkan ejekan rasis yang dilontarkan seorang senator Paraguay di media sosial.

Senator Celeste Amarilla menyebut Mbappe, yang berdarah Kamerun, sebagai orang yang berpura-pura menjadi orang Prancis. Pernyataan itu langsung memicu kemarahan di Prancis, kecaman dari pemerintah Paraguay, dan kembali membuka pertanyaan besar: seberapa jauh sepak bola sudah maju dalam memberantas rasisme?

Identitas yang Tak Pernah Cukup

Mbappe lahir di Bondy, pinggiran Paris. Ayahnya dari Kamerun, ibunya dari Aljazair. Ia tumbuh sebagai orang Prancis, bermain untuk Prancis, dan kini menjadi kapten tim nasional di Piala Dunia. Namun, bagi sebagian orang, itu semua belum cukup untuk diakui sebagai orang Prancis sejati.

Ejekan senator Amarilla bukan sekadar hinaan pribadi. Ia mencerminkan cara pandang yang mengukur identitas seseorang dari warna kulit atau asal-usul leluhur, bukan dari tempat tumbuh, bahasa, atau kontribusi. Mbappe telah mencetak 19 gol di Piala Dunia, menyamai rekor Lionel Messi, tapi bagi senator itu, angka-angka tersebut tampaknya tak berarti.

Kecaman dari Prancis hingga Paraguay

Menteri Olahraga Prancis, Marina Ferrari, menyebut pernyataan Amarilla menjijikkan dan tak bisa diterima, apalagi dari seorang politisi. Federasi Sepak Bola Prancis menyatakan dukungan penuh kepada Mbappe dan menyerukan agar senator itu dijerat hukum.

Menariknya, pemerintah Paraguay pun tak membela warganya. Kementerian Luar Negeri Paraguay menegaskan bahwa pernyataan Amarilla tidak mewakili negara atau rakyat Paraguay, dan bertentangan dengan nilai-nilai penghormatan terhadap martabat manusia. Kecaman langka dari pemerintah terhadap warganya sendiri ini menjadi pengakuan bahwa sang senator telah melampaui batas.

Mbappe Diam, Lapangan Bicara

Di tengah keributan, Mbappe memilih tidak merespons secara terbuka. Pelatih Didier Deschamps mengatakan kaptennya dalam kondisi mental baik dan fokus menghadapi Maroko di perempat final. Baginya, satu-satunya tempat untuk menjawab adalah di atas lapangan.

Malam ini, Prancis menghadapi Maroko di Boston Stadium, mengulang semifinal Piala Dunia 2022 yang dimenangkan Prancis 2-0. Mbappe memburu gol ke-20 di Piala Dunia untuk menyamai rekor Messi, sementara Maroko datang dengan catatan delapan penampilan di mana Ounahi selalu mencetak gol dalam tim yang menang.

Namun, di luar statistik dan prediksi, ada yang lebih penting dari hasil akhir. Piala Dunia adalah panggung besar yang ditonton dunia. Ketika seorang senator memilih momen itu untuk melontarkan ejekan rasial kepada pemain terbaik di lapangan, dunia pun menyaksikannya. Itu bukan hanya masalah Paraguay dan Prancis. Itu masalah kita semua.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags