Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan Anak-Anak, Langgar Gencatan Senjata
Khan Younis, Jalur Gaza - Militer Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Khan Younis di selatan Gaza. Serangan yang terjadi pada Senin ini dilaporkan menewaskan setidaknya dua orang, termasuk seorang anak.
Insiden terbaru ini dinilai sebagai pelanggaran langsung terhadap perjanjian gencatan senjata yang seharusnya berlaku sejak 10 Oktober lalu. Meskipun Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim menargetkan ancaman langsung terhadap pasukan mereka, korban jiwa justru berasal dari kalangan sipil, termasuk anak-anak.
Eskalasi Kerusakan di Permukiman Warga
Operasi militer Israel di Khan Younis semakin intensif dengan penargetan bangunan berlantai dua. Seorang pemimpin lokal di Bani Suheila menyatakan setiap struktur bertingkat dua menjadi sasaran operasi tersebut.
Bukti visual dari citra satelit dan rekaman video lapangan menunjukkan skala kehancuran yang masif. Blok-blok permukiman di Gaza tengah turut dihancurkan, meninggalkan puing-puing di seluruh kawasan yang sebelumnya menjadi tempat tinggal warga Palestina.
Pembatasan Bantuan Kemanusiaan ke Gaza
Selain serangan militer, Israel juga terus membatasi akses bantuan kemanusiaan ke Gaza. Kelompok Hamas menyebut Israel memblokir setidaknya 600 truk bantuan setiap hari, termasuk 50 truk pengangkut bahan bakar yang seharusnya diizinkan masuk berdasarkan perjanjian gencatan senjata.
Data terbaru menunjukkan hanya 270 truk yang berhasil memasuki Gaza melalui perlintasan Karem Abu Salem dan Al Karara pada hari Minggu. Rincian pengiriman mencakup bantuan kemanusiaan, barang komersial, serta pasokan bahan bakar dan gas untuk keperluan memasak warga.
Kondisi ini semakin memperparah krisis kemanusiaan di Gaza yang sudah berlangsung bertahun-tahun, dengan warga sipil menjadi pihak yang paling menderita akibat konflik berkepanjangan ini.
Artikel Terkait
Pemimpin Tertinggi Iran Bersembunyi di Lokasi Rahasia, Hambat Negosiasi dengan AS
Iran Pancarkan Sinyal Diplomasi dan Perlawanan di Tengah Negosiasi dengan AS
Arab Saudi dan Kuwait Tutup Akses Pangkalan, Operasi Militer AS di Selat Hormuz Terhenti
AS dan Iran Saling Serang di Selat Hormuz, Trump Sebut Gencatan Senjata Masih Berlaku