Lima Negara NATO Tuduh Rusia Racun Navalny dengan Epibatidine

- Minggu, 15 Februari 2026 | 06:00 WIB
Lima Negara NATO Tuduh Rusia Racun Navalny dengan Epibatidine

MURIANETWORK.COM - Lima negara anggota NATO, yakni Inggris, Prancis, Jerman, Swedia, dan Belanda, secara resmi menuduh pemerintah Rusia membunuh tokoh oposisi Alexey Navalny dengan racun mematikan. Tuduhan yang dilayangkan pada pertengahan Februari 2026 ini didasarkan pada analisis laboratorium terhadap sampel jaringan tubuh Navalny, yang mengonfirmasi keberadaan racun epibatidine zat yang 200 kali lebih kuat daripada morfin dan ditemukan pada katak panah Amerika Selatan.

Pernyataan Resmi dan Tuduhan di Forum Internasional

Dalam sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan pada Sabtu, 14 Februari 2026, di sela Konferensi Keamanan Munich, kelima pemerintah Eropa tersebut menyampaikan keyakinannya. Mereka menegaskan bahwa Rusia dinilai memiliki sarana, motif, serta kesempatan untuk melaksanakan keracunan itu. Sebagai tindak lanjut, kelima negara itu telah melaporkan Rusia ke Organisasi Pelarangan Senjata Kimia atas dugaan pelanggaran Konvensi Senjata Kimia.

“Inggris, Swedia, Prancis, Jerman, dan Belanda yakin bahwa Alexey Navalny diracuni dengan racun mematikan,” bunyi pernyataan resmi mereka.

“Rusia memiliki sarana, motif, dan kesempatan untuk memberikan racun ini,” imbuh pernyataan terpisah dari Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris, yang semakin mengeraskan tuduhan tersebut.

Reaksi dan Bantahan dari Pihak Rusia

Menanggapi serangkaian tuduhan itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyatakan bahwa Moskow akan memberikan komentar resmi setelah hasil tes dipublikasikan secara lengkap. Ia menegaskan bahwa tanpa dokumen resmi, semua pernyataan dari Barat hanyalah upaya pengalihan isu.

“Setelah ada hasil tes setelah ada formula untuk zat-zat tersebut akan ada komentar. Tanpa ini, semua pembicaraan dan pernyataan hanyalah kebocoran informasi yang bertujuan untuk mengalihkan perhatian dari masalah mendesak Barat,” tutur Zakharova kepada kantor berita RIA Novosti.

Pemerintah Rusia secara konsisten telah membantah keterlibatan apa pun dalam kematian Navalny. Otoritas penjara sebelumnya menyatakan bahwa Navalny meninggal dunia pada 16 Februari 2024 di koloni penjara Arktik akibat sebab alamiah setelah jatuh sakit usai berjalan-jalan.

Dampak Racun dan Konteks Kasus Navalny

Epibatidine, racun yang teridentifikasi dalam kasus ini, merupakan senyawa yang sangat berbahaya. Racun ini bekerja dengan menyebabkan sesak napas, kejang, serta memperlambat detak jantung, dan dapat berakibat fatal dalam waktu singkat. Meski ditemukan secara alami pada katak tertentu, para ilmuwan menduga racun yang digunakan terhadap Navalny kemungkinan diproduksi di laboratorium.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar