Kemala Run 2026 di Bali Ajak 10.000 Pelari Gabungkan Olahraga dan Donasi untuk Korban Bencana

- Minggu, 15 Februari 2026 | 10:45 WIB
Kemala Run 2026 di Bali Ajak 10.000 Pelari Gabungkan Olahraga dan Donasi untuk Korban Bencana

MURIANETWORK.COM - Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) akan kembali menggelar Kemala Run 2026, sebuah ajang lari internasional yang mengusung misi kemanusiaan. Event yang dijadwalkan pada Minggu, 19 April 2026 di Bali United Training Centre, Gianyar ini, tidak hanya menawarkan tiga kategori lomba (5K, 10K, dan 21K) tetapi juga mengajak peserta untuk turut berdonasi guna mendukung pemulihan korban bencana alam di Indonesia. Targetnya, sekitar 10.000 pelari dari dalam dan luar negeri akan turut serta.

Lebih dari Sekadar Lomba Lari

Di balik semangat kompetisi olahraga, Kemala Run 2026 dirancang sebagai sebuah gerakan sosial. Melalui kampanye 'Charity for Indonesia', setiap langkah peserta diharapkan memiliki makna lebih. Panitia menegaskan bahwa acara ini adalah ruang kebersamaan untuk menggabungkan aktivitas fisik dengan kepedulian sosial.

Ketua Panitia Kemala Run 2026, Deni Agus Suryo, menjelaskan konsep tersebut. "Kemala Run 2026 kami rancang sebagai ruang kebersamaan antara olahraga dan kemanusiaan. Jadi bukan sekadar berlari, tetapi berlari sambil berdonasi," tuturnya.

Dia menambahkan, "Setiap kilometer yang ditempuh peserta memiliki makna, karena di baliknya ada harapan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah Indonesia."

Rute Menantang dengan Pemandangan Khas Bali

Aspek teknis perlombaan juga mendapat perhatian serius. Brigjen Sambodo Purnomo Yogo, Ketua Seksi Race Management, memastikan rute yang digunakan telah tersertifikasi oleh Asosiasi Internasional Marathon. Rute yang dirancang menawarkan pengalaman lari yang unik dengan nuansa pedesaan Bali.

"Rutenya melewati pedesaan Bali. Kita kemarin sudah survei, jadi rutenya cukup menarik dan cukup menantang," jelas Sambodo. "Teman-teman runner yang biasa lari di Bali di event-event lainnya tentu tahu bahwa rutenya agak-agak sedikit naik turun dan sebagainya."

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar