Sebanyak 16 armada angkutan barang terjaring dalam Operasi Lintas Jaya yang digelar di Jalan Lodan Raya, tepatnya di sekitar Pintu Timur Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Langkah penindakan tegas ini dilakukan oleh Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara sebagai upaya menekan angka pelanggaran lalu lintas dan meminimalisasi potensi kecelakaan di jalan raya.
Komandan Kompi Penindakan Sudinhub Jakarta Utara, Sulaeman, mengungkapkan bahwa operasi ini merupakan agenda rutin yang lokasinya berpindah-pindah di enam wilayah kecamatan di Jakarta Utara. “Kegiatan operasi ini rutin dilakukan dengan berpindah lokasi di enam wilayah kecamatan di Jakarta Utara untuk memastikan ketertiban lalu lintas,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2026).
Seluruh kendaraan yang terjaring langsung dijatuhi sanksi berupa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tilang oleh petugas di lokasi. Menurut Sulaeman, mayoritas pelanggaran didominasi oleh ketidaklengkapan dokumen berkendara, muatan yang melebihi kapasitas atau overloading, hingga kondisi fisik kendaraan yang dinilai tidak laik jalan.
Operasi tersebut melibatkan sekitar 20 personel gabungan dari Sudinhub Jakarta Utara yang dibantu unsur TNI dan Polri. “Kegiatan ini melibatkan sekitar 20 personel gabungan dari Sudinhub Jakarta Utara yang dibantu unsur TNI dan Polri,” jelas Sulaeman.
Pihaknya mengimbau secara tegas kepada para pemilik perusahaan logistik maupun pengemudi untuk selalu melakukan pengecekan berkala terhadap kelaikan armada serta tertib administrasi sebelum beroperasi. Sulaeman juga mengingatkan agar sopir tidak memaksakan membawa muatan berlebih demi keselamatan bersama. “Semoga dengan adanya operasi dan sanksi tegas ini dapat memberikan efek jera kepada para pengemudi maupun pemilik perusahaan angkutan yang melanggar,” ungkapnya.
Sementara itu, operasi ini mendapat respons dari para pengguna jalan. Salah seorang pengemudi angkutan barang yang membawa muatan hewan kurban, Hairul (45), mengaku ikut terkena skrining petugas dalam razia tersebut. Meski sempat dihentikan, ia menilai operasi gabungan ini sangat positif untuk membersihkan jalan raya dari angkutan barang yang tidak tertib hukum atau kendaraan bodong. “Tadi petugas sudah mengecek surat-surat dan memberi peringatan. Saya siap mengurus kelengkapan apabila diperlukan,” ujar Hairul.
Artikel Terkait
KPK Periksa Tiga Hakim Terkait Suap Eksekusi Lahan Tapos Depok
Wakil Ketua MPR Desak Pemerintah Bawa Kasus Penculikan WNI oleh Israel ke Mahkamah Internasional
Remaja 14 Tahun Dibacok di Kepala saat Tawuran Dua Geng di Cikupa, Polisi Tangkap Pelaku dalam 24 Jam
Potensi Ekonomi Haji dan Umrah Rp60 Triliun per Tahun Dinilai Belum Maksimal, Pasokan Pangan Jemaah Masih Impor