Eskalator Pasar Tanah Abang Berhenti Mendadak Akibat Kelebihan Beban, Bukan Kerusakan Mesin

- Minggu, 14 Juni 2026 | 10:35 WIB
Eskalator Pasar Tanah Abang Berhenti Mendadak Akibat Kelebihan Beban, Bukan Kerusakan Mesin

Perumda Pasar Jaya akhirnya angkat bicara terkait insiden eskalator di Pasar Tanah Abang Blok B yang disebut mengalami eror, dengan menyatakan bahwa peristiwa itu dipicu oleh kelebihan kapasitas penumpang, bukan kerusakan teknis pada mesin.

“Perumda Pasar Jaya memastikan bahwa insiden berhentinya salah satu unit eskalator di Pasar Tanah Abang Blok B bukan disebabkan oleh kerusakan mesin atau kegagalan fungsi peralatan, melainkan akibat aktifnya sistem pengaman otomatis yang bekerja sesuai standar keselamatan,” demikian bunyi keterangan tertulis yang diterima pada Minggu (14/6/2026).

Dalam pernyataan yang sama, pihaknya juga menegaskan bahwa tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut. “Berdasarkan hasil penanganan dan pemeriksaan di lapangan, Perumda Pasar Jaya juga memastikan bahwa tidak terdapat korban luka dalam peristiwa tersebut,” imbuh mereka.

Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis, eskalator disebut dalam kondisi operasional normal sebelum terjadi lonjakan kepadatan pengunjung yang menggunakan fasilitas itu secara bersamaan. Tingginya jumlah pengguna dalam satu waktu menyebabkan beban pada eskalator melampaui kapasitas yang telah ditetapkan.

“Kondisi kelebihan beban tersebut langsung terdeteksi oleh sensor keselamatan yang terintegrasi pada sistem eskalator. Sebagai mekanisme perlindungan, sistem secara otomatis mengaktifkan rem darurat sehingga unit berhenti beroperasi untuk mencegah risiko kerusakan maupun potensi kecelakaan,” jelas perwakilan Pasar Jaya.

Aktivasi sistem pengaman itu, menurut Pasar Jaya, merupakan bagian dari fitur keselamatan yang dirancang untuk menjaga keamanan pengguna sekaligus melindungi komponen mekanis eskalator dari tekanan berlebih. “Dengan berfungsinya sistem tersebut, potensi risiko yang lebih besar dapat dihindari dan tidak terdapat korban maupun pengunjung yang mengalami luka dalam insiden tersebut,” ucapnya.

Menanggapi kejadian itu, petugas operasional dan keamanan Pasar Tanah Abang Blok B segera mengamankan area serta mengarahkan pengunjung untuk menggunakan tangga dan lift sebagai sarana alternatif. Tim teknisi pun langsung melakukan inspeksi menyeluruh terhadap unit eskalator guna memastikan seluruh komponen mekanis dalam kondisi baik dan melakukan reset pada sistem sensor overload.

“Perumda Pasar Jaya terus berkomitmen menjaga kualitas pelayanan dan keselamatan fasilitas publik di seluruh area pasar yang dikelola. Pemeriksaan, pemeliharaan, dan pengujian berkala terhadap fasilitas pendukung, termasuk eskalator dan lift, dilakukan secara rutin guna memastikan seluruh sarana beroperasi sesuai standar keselamatan yang berlaku,” jelasnya.

Pasar Jaya pun mengimbau para pengunjung untuk menggunakan fasilitas umum sesuai kapasitas yang tersedia. Selain itu, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap seluruh fasilitas publik di lingkungan pasar.

“Sebagai salah satu pusat perdagangan terbesar di Indonesia dengan tingkat kunjungan yang tinggi setiap harinya, Pasar Tanah Abang memerlukan pengelolaan fasilitas yang mengedepankan aspek keselamatan. Untuk itu, Perumda Pasar Jaya mengimbau seluruh pengunjung agar menggunakan fasilitas umum sesuai kapasitas dan mengikuti arahan petugas demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama,” pungkasnya.

Insiden ini sempat viral di media sosial. Dalam video yang beredar, tampak seorang ibu-ibu yang diduga pengunjung terduduk di ujung bawah eskalator sambil ditemani petugas keamanan. Beberapa pengunjung lain terlihat berkerumun di sekitar lokasi. Video tersebut juga menarasikan bahwa eskalator tiba-tiba berbalik arah, dari semula naik menjadi turun secara mendadak.

Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di Pasar Tanah Abang Blok B. “Kejadian sekitar jam 11.00 WIB,” ujar Dhimas saat dihubungi pada Sabtu (13/6).

Dhimas juga menyampaikan dugaan awal penyebab erornya eskalator, yakni adanya kendala pada bagian karet. “Permasalahan di karet eskalator,” jelasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini