Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Polda Banten sudah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas yang cukup ketat. Tujuannya jelas: mengurai kemacetan yang sudah bisa diprediksi bakal terjadi, terutama di titik-titik penyeberangan utama.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, memaparkan rencana itu pada Rabu (18/2/2026). Intinya, akan ada pembagian pelabuhan berdasarkan jenis kendaraan. Sistem ini rencananya baru berlaku dua minggu penuh, mulai Sabtu, 14 Maret dini hari hingga Sabtu, 28 Maret tengah malam.
"Untuk penumpang pejalan kaki, mobil pribadi, mobil pikap, dan bus akan diarahkan melalui Pelabuhan Merak," jelas Maruli.
"Sedangkan sepeda motor dan truk golongan 6B menggunakan Pelabuhan Ciwandan. Sementara, untuk truk golongan 7, golongan 8, dan golongan 9 diarahkan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara," tambahnya.
Namun begitu, pembagian pelabuhan saja tak cukup. Polda juga akan memberlakukan pembatasan kendaraan baik di jalur Tol Tangerang-Merak maupun jalur non tol yang mengarah ke Pelabuhan Merak. Periode pembatasannya sama, 14 sampai 28 Maret 2026.
Soal tiket penyeberangan, ada aturan khusus untuk cegah penumpukan. Pembelian tiket dibatasi hanya pada lokasi-lokasi dalam radius 4,71 kilometer dari area pelabuhan, dengan titik acuannya di Hotel Pesona Merak. Harapannya, antrean kendaraan menuju dermaga bisa lebih tertata.
Lalu, bagaimana dengan kawasan wisata yang pasti ramai? Polda punya skema one way untuk Pantai Anyer-Carita. Tapi ini sifatnya situasional, tergantung kondisi lapangan.
Artikel Terkait
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Tiga Warga Sipil, Rusak Rumah Sakit di Tyre
Inter Milan Hajar AS Roma 5-2, Posisi Puncak Serie A Makin Kokoh
Polisi Gerebek Sarang Narkoba di OKU Timur, 5 Orang Diamankan
Brimob dan Polres Jaktim Amankan Remaja Ugal-ugalan dan Tangani Pesta Miras di Condet