Longsor Putus Jalur Wamena-Kelila, Distribusi Logistik Papua Terancam

- Rabu, 18 Februari 2026 | 23:20 WIB
Longsor Putus Jalur Wamena-Kelila, Distribusi Logistik Papua Terancam

Hujan deras yang mengguyur wilayah Papua pada Minggu malam lalu, 15 Februari 2026, ternyata membawa konsekuensi serius. Longsor terjadi dan memutus akses vital: jalur penghubung Wamena-Kelila. Akibatnya, perjalanan darat antara Kabupaten Jayawijaya dan Mamberamo Tengah terpaksa terhenti.

Material tanah dan bebatuan menutupi badan jalan. Tak tanggung-tanggung, ada setidaknya lima titik longsor yang teridentifikasi, membuat kendaraan sama sekali tak bisa lewat. Menanggapi keadaan darurat ini, personel gabungan TNI dan Polri pun segera diterjunkan ke lokasi.

Kapolres Mamberamo Tengah, AKBP Mukabsi, menjelaskan bahwa kejadian berpusat di Desa Onggobalo. Tak hanya jalur utama, sejumlah ruas jalan menuju distrik Eragayam dan Bokondini juga dilaporkan rusak.

“Kami telah melakukan identifikasi terhadap titik-titik yang terdampak dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dan berharap dapat segera ditangani sehingga tidak berdampak ke masyarakat," ujar AKBP Mukabsi, Rabu (18/2/2026).

Dia mengkhawatirkan dampak lanjutan jika perbaikan molor. Menurutnya, distribusi logistik pasti akan terganggu. Imbasnya bisa ditebak: harga kebutuhan pokok berpotensi melambung tinggi di wilayah yang terisolasi itu.

Di sisi lain, tim gabungan di lapangan sudah bergerak. Dipimpin Kasium Polsek Kelila Aiptu Ridwan Kharie, mereka tak hanya mengamankan lokasi, tapi juga mulai membuka akses darurat. Upaya ini untuk setidaknya mempercepat pemulihan mobilitas warga yang terhambat.

Namun begitu, situasi belum sepenuhnya aman. Curah hujan masih tinggi belakangan ini. Aparat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, karena ancaman longsor susulan di titik-titik rawan masih sangat mungkin terjadi.

Kapolres kembali menegaskan harapannya.

"Mudah-mudahan langkah pemulihan infrastruktur segera diambil, sehingga memastikan distribusi logistik kepada masyarakat tetap berjalan lancar," katanya.

Koordinasi dengan pemerintah daerah kini terus digenjot. Intinya, pengamanan dan penanganan dijalankan agar aktivitas warga bisa kembali normal secepatnya. Jalan itu harus dibuka, sebelum masalah lain bermunculan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar