Ruang itu ramai oleh suara tawa dan obrolan. Di tengah keramaian itulah, Media Group Network (MGN) merayakan Journalist Day untuk yang keenam kalinya. Tahun ini, mereka mengusung tema "Unity with Empathy". Bukan sekadar slogan, tema ini digadang-gadang sebagai bentuk apresiasi serius buat para jurnalis yang terus bertahan di tengah arus zaman yang makin kompleks.
Sebanyak 37 nama disebut sebagai penerima penghargaan. Mereka berasal dari 23 kategori berbeda, mulai dari yang turun ke lapangan sampai yang bekerja di balik layar. Penilaiannya ketat, berpatokan pada kualitas karya dan kontribusi nyata.
Di sisi lain, tantangan industri media memang tidak main-main. CEO MGN, Mohammad Mirdal Akib, tak menampik hal itu. Dalam sambutannya, ia menekankan soliditas sebagai kunci. Visi bersama, menurutnya, adalah pondasi untuk bertahan.
"Tantangannya sekarang luar biasa. Tapi dengan soliditas dan kebersamaan, serta mimpi yang sudah ditanamkan Bapak Surya Paloh, saya yakin kita bisa terus berkembang. Mimpi kita tetap sama,"
Mirdal bilang, acara ini lebih dari sekadar seremoni. Ini momen untuk merenung. Mengingat lagi alasan memilih profesi ini sebagai jalan hidup, dan menjadi bagian dari keluarga besar MGN.
Apresiasi dari manajemen tentu saja disambut baik. Arief Firmansyah, salah satu penerima penghargaan, mengaku bersyukur. Kerja kerasnya selama ini diakui.
Sementara Nadia Soraya punya pandangan lain. Baginya, ada tantangan spesifik yang dihadapi jurnalis hari ini.
"Yang paling berat itu adalah tetap fokus, memastikan apa yang kita kerjakan benar-benar berdampak buat masyarakat,"
Harapannya sih sederhana. Insan Suardi, penerima lain, berharap momentum ini bisa mendorong peningkatan kesejahteraan. Bukan cuma untuk jurnalis MGN, tapi untuk semua pewarta di Indonesia.
Lantas, kenapa tema empati yang diangkat? Ketua Panitia, Valentinus Resa, punya penjelasan. Tujuannya jelas: memotivasi agar para jurnalis tetap tangguh dan kritis, tapi tidak kehilangan rasa kemanusiaannya.
"Semoga ini memacu teman-teman untuk tetap bersemangat, tetap tangguh, dan yang penting, tetap bersuara,"
Acara malam itu ditutup dengan kemeriahan. Penampilan dari Inis dan Wijaya 80 menghibur. Ada juga bazar UMKM yang memanjakan para karyawan. Suasana kebersamaan itu terasa, menggenapi tema yang diusung: bersatu, tapi dengan empati.
Artikel Terkait
Polda Sumsel Latih 1.700 Satkamling dengan Teknologi dan Gotong Royong untuk Keamanan Lingkungan
Rupiah Menguat ke Rp17.997,5 per Dolar AS, BI Naikkan Suku Bunga demi Stabilisasi
Presiden Prabowo Resmikan RSUD di Pesisir Barat Lampung dan Buka Munas HIPMI XVIII
Pramono Anung Pastikan Subsidi Bus Transjabodetabek Tetap Berjalan, Tarif Rute Tertentu Akan Disesuaikan